Proyek Pengurugan di Subak Buaji, Wilayah Jalur Hijau Jadi Sorotan

Truk pengakut matrial urugan di Jalan Sedap Malam gang Titibatu, lingkungan Banjar Kebonkuri, Kesiman, Denpasar Timur

DENPASAR, Berita Dewata – Adanya hilir mudik truk yang mengangkut matrial urugan melalui jalan paving yang di bangun atas bantuan pemerintah di Jalan Sedap Malam gang Titibatu, lingkungan Banjar Kebonkuri, Kesiman, Denpasar Timur menjadi polemik dan menjadi sorotan karena selain ada warga yang keberatan, beberapa proyek di wilyah tersebut disinyalir memuluskan pembangunan yang ada di wilayah Jalur hijau.

Kepala Lingkungan (Kaling) Banjar Kebonkuri, Kesiman, Denpasar Timur, Nyoman Mardika, ditemui di kantornya, Jum’at, 8 Nopember 2019. Mengakui adanya aktivitas tersebut. Meski tidak bisa berbuat apa, namun pihaknya mengaku sudah ada komunikasi dengan pihak pengembang dan sudah ada beberapa kesepakatan.

“Terhadap polemik tersebut, pihak pengembang sempat datang ke Kaling, memohon ijin menggunakan jalan paving untuk di lalui truk. Dan pihak pengembang sepakat untuk memperbaiki kerusakan jalan selain itu ada kesepakatan untuk melebarkan Jembatan yang dilalui, juga ada retribusi atau bantuan yang diterima oleh empat banjar di Gumi Kebonkuri,” ujar Nyoman Mardika.

Menurutnya, permohonan ijin tersebut baru sebatas pengajuan, dan tugas kami adalah meneruskan surat tersebut ke Lurah, tetapi surat tesebut belum belum ditandatangani oleh lurah, truk pengangkut matrial urugan yang sudah lama beroperasi tetap menggunakan jalan tersebut.

Terkait adanya proyek Pengurugan lahan yang berupa jurang yang cukup dalam dan luas di wilayahnya, Mardika mengaku tidak tahu terkait rencana penggunaan lahan tersebut menurutnya, proyek tersebut sudah ada semenjak dirinya belum menjabat Kaling di Gumi Kebonkuri. “Proyek itu kan sudah dilakukan sejak akhir Desember 2018. Nah, saya baru menjabat Februari 2019. Jadi ketika saya resmi menjabat, proyek pengurugan lahan itu sudah berjalan,” tegas Mardika.

Kepala Lingkungan (Kaling) Banjar Kebonkuri, Kesiman, Denpasar Timur, Nyoman Mardika

Mardika melanjutkan, dirinya memang sudah pernah diajak bertemu dengan pihak kepala desa bersama pengembang membahas hilir mudik truk pengangkut matrial urugan. Ketika masih proses di kelurahan, truk tetap masuk mengangkut material, Pihaknya mengaku tidak bisa berbuat apa.

“Betul ada pengerjaan pengurugan lahan, setau saya Itu statusnya lahan pribadi. Tapi karena memang lalu lalang truk itu melewati jalan yang merupakan bantuan dari pemerintah, wajar jika ada warga keberatan. Akan tetapi pengembang sudah mengatakan siap akan menanggung jika ada kerusakan jalan,” ujarnya.

Pengurugan lahan yang cukup dalam

Disinggung soal rambu larangan truk tidak boleh masuk, belakangan diduga sengaja dihilangkan, Mahardika mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu, apakah dilakukan pihak berkepentingan dengan proyek itu atau bukan. Yang jelas hilangnya tanda larangan tersebut sudah saya sampaikan kepada Kepala Desa,” Ungkapnya.

Sementara Gusti Made Suryani, SE, MAP selaku Lurah Kesiman dihubungi melalui via telpon mengaku belum berani memberikan pernyataan. Pihaknya berjanji klarifikasi setelah rapat hari Senin tanggal 11 Nopember 2019.

Perlu diketahui kasus pengurugan lahan jalur hijau yang digadang-gadang membutuhkan hingga 6 miliyar ini mencuat lantaran ada sorotan dari warga setempat. Pasalnya, masuknya proyek dari pemerintah Dinas Pekerjaan Umum Kota denpasar berupa Rehabilitasi/Peningkatan Jaringan Irigasi dengan pekerjaan saluran Subak Buaji disebut-sebut untuk memuluskan proyek pengurugan lahan berupa jurang yang cukup dalam.

Pantauan di lapangan terdapat perbedaan jauh antara plang pengerjaan proyek yakni untuk perbaikan irigasi. Nyatanya, saluran parit justru dipersempit dijadikan untuk pelebaran akses jalan. Bahkan salah satu parit terkesan ditutup untuk saluran air irigasi. Warga mengaku ewuh pakewuh lantaran aparat lingkungan disinyalir ikut membantu kepentingan pengembang.

Sampai berita ini diturunkan,  dari masih keterangandalam proses komfirmasi kepihak pihakterkait, termasuk pihak pengembang, sempat pihak pengembang di hubungi oleh tim wartawan, tetapi yang bersangkutan belum menjawab telepon.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here