Prosedur MitraClip dan TriClip, Institut Jantung Negara Sukses Lakukan Prosedur TEER ke-100 Pada Pasien Penyakit Jantung

Tim ahli jantung yang dipimpin oleh Dato’ Dr Azmee Mohd Ghazi, Direktur Klinis Gagal Jantung dan Transplantasi Jantung di IJN.

DENPASAR, BERITADEWATA — Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia sangat bangga dengan pencapaian signifikan atas keberhasilan melakukan 100 prosedur jantung kompleks menggunakan perangkat MitraClip / TriClip yang inovatif untuk mengobati regurgitasi Mitral / Tricuspid.

“IJN adalah rumah sakit keempat di kawasan ini yang mencapai pencapaian ini, memperkuat komitmen pusat tersebut untuk memajukan layanan kardiovaskular mutakhir,” ujar Dr Azmee Mohd Ghazi.

Prosedur TEER ke-100 dilakukan Jumat lalu (19 Januari) oleh tim ahli jantung yang dipimpin oleh Dato’ Dr Azmee Mohd Ghazi, Direktur Klinis Gagal Jantung dan Transplantasi Jantung di IJN.

“Pencapaian ini menunjukkan banyak hal tentang keterampilan dan dedikasi tim kami dalam meningkatkan hasil akhir bagi pasien dengan regurgitasi katup Mitral/Trikuspid,” kata Dr Azmee.

“Keahlian kami dalam prosedur ini telah diasah melalui pengalaman lebih dari satu dekade, dan kami sangat bangga telah memberikan dampak positif terhadap kehidupan 100 pasien. Pencapaian ini mencerminkan dorongan kami untuk terus memberikan perawatan jantung yang luar biasa.” imbuhnya.

Dr Azmee menjelaskan IJN sebelumnya telah membuat preseden dengan menjadi yang pertama di Malaysia yang memperkenalkan prosedur MitraClip. Kasus perintis dilakukan pada bulan Desember 2011 oleh Ahli Jantung terkemuka Malaysia Tan Sri Dato’ Seri Dr Robaayah Zambahari, serta Konsultan Senior Dokter Jantung Datuk Dr Mohd Nasir Muda dan Datuk Dr Amin Ariff Nuruddin. Sejak itu, program ini terus berlanjut di bawah bimbingan Dr Amin Ariff.

“Regurgitasi Mitral/Trikuspid adalah jenis penyakit katup jantung yang umum. Ini terjadi ketika katup Mitral/Trikuspid gagal menutup dengan benar, menyebabkan darah bocor kembali ke jantung. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan pembesaran jantung secara progresif, dan pada akhirnya menyebabkan gagal jantung,” jelas Dr Azmee.

Dijelaskan Dr Azmee Cara konvensional untuk mengobati regurgitasi Mitral/Trikuspid yang parah adalah intervensi bedah untuk memperbaiki atau mengganti katup Mitral/Trikuspid yang rusak.

“Karena pendekatan ini sering kali melibatkan pembedahan jantung terbuka, intervensi bedah semacam ini dapat menjadi pilihan yang berisiko terutama bagi pasien dengan kondisi penyakit penyerta atau yang berada pada usia lanjut,” ungkapnya.

Dr Azmee menerangkan MitraClip / TriClip — perangkat kecil yang dirancang untuk mempersempit bukaan katup Mitral / Tricuspid — menawarkan alternatif selain operasi jantung terbuka. Alat tersebut dikirim ke jantung melalui kateter, melalui sayatan kecil di vena kaki.

“Biasanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk menyelesaikannya, prosedur invasif minimal ini memungkinkan waktu pemulihan lebih cepat dan mengurangi risiko operasi tradisional,” jelas Dr Azmee.

Saat IJN merayakan pencapaian terbaru ini, pusat tersebut tetap teguh dalam misinya untuk memperluas akses terhadap perawatan jantung mutakhir, sambil menjunjung tinggi reputasinya atas keunggulan dan inovasi dalam layanan kesehatan.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here