Prihatin dengan Packing dan Digital Marketing, JNE Bali Ikut Bina Para IKM Bali

Ilustrasi / Istimewa

DENPASAR, BeritaDewata – JNE Bali ternyata sangat peduli dengan para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Bali. Kepala Cabang JNE Bali Ni Komang Alit Septiniwati menjelaskan, belajar dari pengalaman selama 22 tahun di JNE, produk IKM Bali itu sebenarnya bagus-bagus dan berkualitas. Namun IKM Bali itu kalah dalam sistem packing dan digital market.

“Kami tidak perlu jauh-jauh. Saat pelanggan menyetor barang ke JNE untuk dikirim, sistem packing mereka seadanya saja. Tidak menjual. Tidak menggoda pembeli. Misalnya produk makanan, seperti kacang-kacang. Kacang Bali itu sangat terkenal. Tapi packingnya tidak tertata, kurang elok. Masa hanya dibungkus plastik misalnya, dijepret. Seharusnya lebih baik dari itu,” ujarnya di Denpasar, Minggu (15/9).

Ia mengsahkan, pengalaman di sebuah wilayah Kabupaten Klungkung Bali. Di Kecamatan Klungkung misalnya, produksi kacangnya bagus-bagus. Namun para petani tidak dilatih untuk kemasan kacang yang siap dijual. Packingnya tidak dillatih. Akhirnya, beberapa distributor melihat peluang itu.

“Para cukong ini menerima kacang dari petani atau produser, lalu dibuatkan kemasan, lalu diberi nama sendiri, dipatenkan sendiri. Seharusnya petanilah yang mempunyai hak itu,” ujarnya. Ini baru salah satu contoh kecil. Bagaimana mungkin produk makan, hanya dikemas seadanya. Bisa saja para pembeli tidak tertarik.

Persoalan lain yang dihadapi oleh pelaku IKM Bali adalah digital marketing. Menurutnya, sampai saat ini masih banyak IKM Bali yang belum optimal menggunakan pasar digital. Sampai saat ini masih banyak IKM yang menggunakan sistem konvensional. Kalau pun sudah menggunakan online, namun sangat tidak optimal. Sekedar pajang saja di digital market place.

Dengan melihat kendala yang dihadapi tersebut, JNE Bali sudah sekian sering bekerja sama dengan beberapa stakeholder lainnya melakukan pembinaan terhadap para pelaku IKM Bali. “Kami memfasilitasi berbagai pertemuan pelaku IKM Bali. Sekalipun kami tidak punya narasumber yang ahli di bidangnya, kami membayar narasumber, para motivator, para ahli pasar digital. Kami meminta para narasumber itu berbicara di hadapan para pelaku IKM. Bagaimana cara kemasan barang yang baik, bagaimana memanfaatkan pasar digital, bagaimana cara beriklan dan sebagainya. Biasanya kami menggandeng pemerintah dalam pembinaan IKM. Sampai saat ini kami sudah terlibat dengan banyak kegiatan tersebut. Tujuannya agar IKM Bali maju, laris barangnya. Lalu kirimnya lewat JNE,” ujarnya sambil tertawa.

Sampai saat ini, IKM Bali memang. semakin dipermudah oleh jasa kurir JNE untuk menjual produknya ke pasar Internasional. Dengan layanan JNE Loyalty Card (JLC), para pelanggan dapat mengirim barang dalam jumlah banyak.

“Ada beberapa costumer kita kasih fasilitas JNE Loyalty Card (JLC). Nah dengan JLC misalnya dulu kirimannya tidak banyak, sehingga akhirnya sedikit demi sedikit pengirimannya mengalami peningkatan. JNE menawarkan layanan kepada para pelanggan setia untuk mendapat prioritas layanan, potongan harga pengiriman pada periode tertentu dan hadiah undian,” paparnya.

JNE Denpasar juga bekerjasama dengan vendor menjajaki IKM dan UMKM untuk menggelar pelatihan dan work shop yang disertai dengan coaching clinic. Dengan malakukan melakukan pendekatan ke Dinas Perindag dan UKM work shop dilakukan khusus produk UKM agar meningkatkan hasil produksi dan menjaga kualitas baying yang akan dikirim ke luar negeri.

“Kami gelar workshop itu untuk mendekatkan pelanggan dengan JNE, dengan cara membuat pelatihan mulai dari cara pengemasan, pemilihan bahan yang tepat untuk kemasan dan sosialisasi cara mudah menjual hasil produksi melalui digital marketing. Nah untuk IKM dan UKM, khusus marketing digital ada yang belum begitu paham bagaimana dia bisa mempromosikan barangnya sehingga laku di dunia maya,” papar Alit.

Untuk mempermudah para pelanggan, JNE Denpasar juga bekerjasama dengan salah satu vendor di Bali, agar barang-barang pengiriman internasional tidak lagi melalui Jakarta tapi direct langsung ke negara tujuan. “Karena di sini penerbangan internasional banyak. Selama ini untuk pengiriman internasional, kita masih kumpul dengan cabang-cabang lain masuk ke Jakarta. Sekarang kita direct Denpasar langsung ke destinasi,” ujarnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here