DENPASAR, BERITA DEWATA – PT PLN (Persero) menyatakan komitmennya mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Bali melalui penguatan infrastruktur pengisian daya serta berbagai kemudahan layanan bagi pengguna electric vehicle (EV).
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto menyampaikan, kendaraan listrik menawarkan banyak manfaat, mulai dari biaya operasional yang lebih murah, perawatan lebih sederhana, hingga pengalaman berkendara yang senyap dan bebas emisi.
“Biaya pengisian daya jauh lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil, perawatannya juga lebih ringan. Ini menjadi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Adi Priyanto.
PLN memastikan kesiapan pasokan listrik yang andal untuk mendukung aktivitas industri, bisnis, hingga rumah tangga, termasuk pengembangan kendaraan listrik. Perencanaan infrastruktur EV pun telah masuk dalam RUPTL dan RJPP PLN.
Saat ini, PLN terus meningkatkan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), terutama di destinasi wisata dan koridor perjalanan jarak jauh. Infrastruktur tersebut didukung layanan digital melalui PLN Mobile, seperti fitur Trip Planner, AntreEV, hingga Hotline Layanan SPKLU 24 jam.
“PLN ingin menjadikan Bali sebagai episentrum pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan mudah diakses,” jelasnya.
PLN juga memberikan berbagai program insentif, baik bagi pengguna EV melalui layanan Home Charging Services maupun bagi penyedia infrastruktur pengisian daya, seperti SPKLU dan SPBKLU.
Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan mobil listrik di Indonesia tercatat rata-rata 2,5 kali lipat per tahun. Hingga 2025, jumlah kendaraan listrik telah mencapai 175 ribu unit, didorong oleh insentif pemerintah serta semakin beragamnya pilihan merek dan harga.
Khusus di Bali, konsumsi energi kendaraan listrik didominasi Home Charger sebesar 55 persen (2,24 GWh), sementara SPKLU menyumbang 45 persen (1,82 GWh). Pola ini menunjukkan Home Charger menjadi pilihan utama kebutuhan harian, sedangkan SPKLU berperan strategis menopang mobilitas dan pariwisata.
“Keseimbangan pengembangan Home Charging dan SPKLU menjadi kunci keberlanjutan ekosistem EV di Bali,” tutupnya.


















































