Permohonan Penerbangan Ekstra Jelang Nataru di Ngurah Rai Meningkat Pesat

Pembukaan Posko Nataru

Badung – General Manajer PT Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai Bali Yanus Suprayogi mengatakan, Bandara Internasional Ngurah Rai Bali sudah menerima pengajuan penerbangan ekstra menjelang Nataru sebanyak 765 penerbangan dari berbagai maskapai.

“Sebagai pengelolah bandara di Ngurah Rai Bali kami sudah menerima dan menyetujui 765 penerbangan ekstra (extra flight). Dari total 765 penerbangan ekstra tersebut, rute penerbangan tertinggi adalah rute dari Soekarno-Hatta, sebanyak 270 ekstra flight, disusul dengan rute dari dan ke Surabaya sebanyak 254 extra flight dan Lombok 98 extra flight,” ujarnya.

General Manajer PT Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai Bali Yanus Suprayogi

Menurut Yanus, terjadi peningkatan pengajuan penerbangan ekstra bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun 2017, pengajuan penerbangan ekstra hanya mencapai 477 penerbangan. Sementara tahun 2018 berjumlah 765 penerbangan ekstra atau naik sekitar 60 persen. Dari sisi seat, juga terjadi peningkatan dimana dari 765 penerbangan tersebut diperoleh jumlah 145 ribu seat atau naik sebesar 65 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pihak Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah berkoordinasi dengan pihak airline dan ground handling, agar dapat memperhatikan waktu pelayanannya, jika terjadi lonjakan jumlah penumpang dan peningkatan traffic penerbangan.

“Kami juga akan memperhatikan kesiapan alat produksi kami seperti landasan, apron, alat navigasi penerbangan, kendaraan Airport Rescue and Fire Fighting dan juga genset. Selain menjaga keamanan di area Bandar Udara, kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kelancaran arus lalu lintas sepanjang perjalanan dari dan menuju Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali,” pungkas Yanus.

Selain itu, manajemen Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai – Bali mempersiapkan posko Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Posko Nataru). Posko yang bertempat di area publik Terminal Kedatangan Domestik tersebut akan beroperasi selama 24 jam setiap harinya, dengan dimulai dari hari pertama dibukanya posko yaitu pada Kamis, 20 Desember 2018.

Posko yang akan beroperasi selama 18 hari – terhitung mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019 – tersebut akan didukung oleh personel dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pangkalan TNI AU Ngurah Rai, Kepolisian Kawasan Udara Ngurah Rai, Badan SAR Nasional (Basarnas), serta Unit K-9.

Posko monitoring Nataru ini bertujuan untuk memantau operasional Bandar Udara agar dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman, serta untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan penumpang.

“Mengingat adanya trend di bulan Desember mengenai banyaknya wisatawan yang ingin menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru di Bali, serta mengingat Bali sampai saat ini masih menjadi destinasi wisata paling favorit baik bagi para wisatawan domestik maupun manca negara,” kata Yanus.

Karena Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai akan dipadati penumpang, pihaknya dan komunitas Bandar Udara menyediakan posko terpadu Natal dan Tahun Baru. “Selama operasional Posko Nataru, untuk personil keamanan akan dibagi menjadi 3 shift, yaitu pagi, siang, dan malam; yang terdiri dari 38 orang per shiff. Selama posko Natal dan Tahun Baru, akan disiagakan 1.273 personil yang sudah termasuk dukungan dari pihak eksternal, karena keamanan, keselamatan, dan kelancaran arus penumpang merupakan tujuan utama kami,” tandas Yanus.

Selama Posko Nataru berlangsung, turut disediakan pula layanan kesehatan untuk para penumpang dan mobil ambulance yang selalu siaga selama 24 jam di area Terminal Kedatangan Domestik untuk mengantisipasi jika terdapat pengguna jasa Bandar Udara yang memerlukan bantuan kesehatan yang bersifat mendesak.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here