Penyadang Disabilitas Akan Terjun ke Adat, Parta Minta Pemerintah Serius Bantu SLB

GIANYAR, BERITADEWATA – Anak-anak termasuk penyandang disabilitas setelah lulus sekolah atau bahkan masih duduk di bangku SMA sudah turun menjadi warga desa adat, dimulai dari anggota yowana di Sekaa Teruna Teruni (STT) di desa.

Khusus mereka penyandang disabilitas akan mengalami kesulitan, utamanya mereka yang kondisi buta-tuli (tuna rungu).

Hal itu disebut anggota DPR RI asal Gianyar, I Nyoman Parta, saat mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Gianyar, Jumat (22/3/2024).

“Disekolah tuna rungu ini mampu belajar dengan bahasa isyarat, sampai dirumah orang tuanya akan paham sedikit, dan saat berada dilingkungan adat atau banjar mereka akan kesulitan komunikasi sehingga terkesan dikucilkan,” kata Parta.

Parta megatakan solusinya karena bahasa isyarat sudah menjadi salah satu bahasa nasional dan ada di undang-undang, disekolah umum juga wajib mulai diajarkan, setidaknya siswa mengerti cara berbicara dengan penyandang disabilitas.

Ia mengaku prihatin dengan SLB Gianyar yang kurang asupan gisi dengan pemberian makanan tambahan. “Dari keterangan pihak sekolah mereka hanya andalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dari APBD Gianyar sangat minim, selain asupan makanan tambahan fasilitas juga kurang memadai,” katanya.

Untuk itu, Parta mendorong agar pemerintah memberikan porsi lebih untuk dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SLB.

“Orang tua anak-anak ini harus berhenti bekerja demi anaknya bisa sekolah, karena mereka juga harus menunggu disekolah, jadinya tidak ada penghasilan, itu juga harus diperhatikan,” jelasnya.

Sementara kepala SLB Gianyar Komang Eka Ayu Parwati mengatakan saat ini jumlah siswa sebanyak 246 orang, dari SD, SMP dan SMA. “Setiap hari mereka bawa bekal makan dari rumah, agar dapat sarapan pagi, dan setiap jumat dapat asupan tambahan,” katanya.

Asupan tambahan ini saat ini hanya bubur kacang ijo, karena minimnya dana. Kalau dulu kadang dilengkapi snack, buah dan asupan tambahan lainnya. Dan vitamin khusus bagi siswa perempuan.

“Jika ada bantuan dana lagi seperti dulu, pasti kesehatan dan asupan gizi anak-anak terpenuhi dan semua bisa dapat vitamin,” pungkasnya

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here