Pengemudi Online Bisa Pantau Keamanan Bali

Puluhan pengemudi yang tergabung dalam Indonesian Online Driver Association (IODA) berkumpul di Desa Budaya, Kertalangu Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (10/3).

Denpasar, Beritadewata.com – Puluhan pengemudi yang tergabung dalam Indonesian Online Driver Association (IODA) berkumpul di Desa Budaya, Kertalangu Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (10/3). Puluhan pengemudi online tersebut berkumpul dalam acara pengukuhan kemitraan antara IODA dengan Polda Bali.

Polda Bali sendiri menggandeng para pengemudi online yang tergabung dalam IODA sebagai mitra untuk memantau keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Bali. Hadir dalam acara pengukuhan kemitraan tersebut antara lain Dir Intelkam Polda Bali Kombes Pol Wahyu Suyitno, Wadir Intelkam Polda Bali AKBP Dwi Wahyudi, Kasubdit II Dit Intelkam AKBP I Ketut Surianto, Dit Lantas Polda Bali yg diwakili Kompol Sriati dan Penasehat IODA Yohanes Agung Prasetyo., Sekjen IODA Adi Salim. Sementara anggota IODA berjumlah sekitar 70 orang.

Dir Intelkam Polda Bali Kombes Pol Wahyu Suyitno menyampaikan, IODA merupakan rekan, mitra sekaligus mata dan telinga guna mendukung informasi terkait Kamtibmas yang nantinya dapat ditindaklanjuti oleh Kepolisian. “Diharapkan acara ini bukan hanya bersifat ceremonial saja, akan tetapi dapat menjadikan hubungan kemitraan yg saling mendukung,” ujarnya.

Aparat kepolisian meminta agar para pengemudia online dengan cara sendiri mampu menjaga keamanan dan ketertiban Bali, sebab para pengemudi itu selalu berada di jalanan dan bisa mengetahui berbagai perkembangan yang ada di masyarakat.

Ia menyebut jika permasalahan pengemudi online dengan konvensional yang saat ini merasa tergusur karena masyarakat lebh memilih. angkutan online sebagai moda transportasi yg murah, mudah dipesan dan memberikan layanan yang nyaman bagi konsumennya.

Diharapkan kepada driver online agar tertib lalulintas guna menekan kasus-kasus Lakalantas yang hampir terjadi setiap hari dan telah menimbulkan korban. Sedangkan terkait dg Pileg/Pilres 2019, kesadaran masyarakat Bali perlu dijaga karena sudah sangat harmonis, jangan terpncing isu Politik di luar daerah. “Jaga keamanan, jaga toleransi, dan jangan percaya Hoax demi kondusifitas pariwisata Bali,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan yel-yel anggota IODA yang akan berlaku umum, misalnya stop intoleransi, top kekerasan, NKRI harga mati. Ia juga meminta agar semua masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya. “Semua masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya tidak Golput. *Mari ciptakan Pileg/Pilres 2019 yang aman, damai dan sejuk,” ujarnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here