Pemkot Denpasar Gerah, Tersebar Hoax Pungutan Sanksi Terhadap Pengguna Kantong Plastik

Ilustrasi kantong plastik

DENPASAR, BeritaDewata – Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan, isu yang berkembang di Kota Denpasar bahwa kalau orang membawa kantong plastik saat berbelanja akan didenda adalah sama sekali tidak benar.

“Kami himbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati. Dan jangan membayar denda karena memang belum ada dasar hukumnya yang mengatur soal denda. Tidak ada sanksi atau denda bila orang belanja membawa kantong plastik atau juga pedagang yang memberikan barang belanjaan kepada pelanggan dengan menggunakan kantong plastik. Itu hoax. Jangan dipercaya. Pemkot tidak pernah mengenakan denda secara langsung,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui saluran telpon, Senin (16/9).

Menurutnya, Peraturan Walikota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik sekali pakai sama sekali tidak mengatur soal sanksi. Pemberitaan informasi itu beredar luas di sosial media dan membuat masyarakat Kota Denpasar resah. Ia mengaku, isu ini sengaja dihembuskan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Oleh karena itu, bila ada menemukan kasus itu, agar segera melaporkan ke pihak yang berwajib. Tidak usah dilayani. Laporkan.  Karena itu bukan petugas resmi,” tegasnya.

Kalau pun ada petugas resmi, maka dia harus bisa menunjukkan surat tugas, berpakaian dinas lengkap, atribut seperti name tag-nya diperlihatkan dengan jelas. Itu pun tugasnya bukan untuk memungut denda, tetapi untuk mensosialisasikan, mengedukasi agar mengurangi kantong plastik sekali pakai, dan tidak ada denda disana.

Ia menilai, ada pihak-pihak tertentu ingin memanfaatkan kesempatan untuk keuntungan pribadi. Masyarakat harus berani bertanya, dari mana, dari dinas mana.

“Kalau aparat dari Pemkot Denpasar, kalau turun pasti ada surat tugas. Sekali lagi Perwali tidak mengatur tentang denda. Hanya mengurangi kantong plastik sekali pakai. Ini perbuatan kriminal. Ada celah untuk dimanfaatkan demi keuntungan pribadi,” ujarnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Denpasar Dewa Gede Rai

Awalnya, isu denda bagi masyarakat yang membawa kantong plastik tersebar luas melalui media sosial dan dari mulut ke mulut. Informasi itu membuat sejumlah pedagang kecil di Kota Denpasar ketakutan dan cemas.

Salah seorang pedagang bernama Ibu Ani di Padangsambian mengaku sangat takut memberikan kantong plastik kepada para pelanggannya gara-gara isu yang tersebar. Padahal warungnya menyediakan makanan basah, sayuran yang harus menggunakan kantong plastik.

“Besok bawa kantong sendiri ya. Soalnya takut kena denda,” ujar Ibu Ani. Padahal seluruh informasi itu hoax dan lebih cenderung ke perbuatan kriminal. Tim

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here