BULELENG, BERITA DEWATA – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi memulai pembangunan lanjutan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani melalui upacara adat ngeruak dan ground breaking pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja–Mengwitani (Shortcut Titik 9 dan 10).
Kegiatan tersebut digelar di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2026). Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas Bali Utara dan Bali Selatan serta meningkatkan keselamatan dan efisiensi transportasi.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa percepatan penyelesaian shortcut Singaraja–Mengwitani menjadi prioritas sejak dirinya kembali dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025.
“Shortcut ini sangat mendesak untuk transportasi penumpang dan logistik. Karena itu saya memastikan pembangunannya bisa segera berjalan,” ujar Koster.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bali berperan aktif mendukung kelancaran proyek, terutama dalam proses pembebasan lahan agar pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
Pembangunan Titik 9 dan 10 dikerjakan dalam beberapa paket. Untuk Paket 1, proyek bernilai Rp290,84 miliar dengan masa pelaksanaan 750 hari kalender. Paket ini mencakup pembangunan jalan sepanjang 0,93 kilometer dan tiga jembatan dengan total panjang 593 meter.
Sementara itu, Paket 2 meliputi pembangunan jalan sepanjang 0,88 kilometer dan dua jembatan dengan panjang total 220 meter, dengan anggaran sebesar Rp187 miliar. Adapun Paket 3 mencakup pembangunan jalan sepanjang 1.146,5 meter dan jembatan sepanjang 128,5 meter dengan kebutuhan anggaran Rp189,7 miliar.

