Lovina Dikunjungi Wisatawan Asing Kapal Berbendera Malta

Kunjungi wisatawan Asing di Pantai Lovina dengan membawa Armada kapal berbendera Malta

BeritaDewata.com, Buleleng – Pertama kali perairan Lovina di kunjungi wisatawan Asing dengan membawa Armada kapal berbendera Malta, Kedatangan kapal pesiar MV Star Clippers dengan GT 2298, yang membawa penumpang sebanyak 150 orang yang mayoritas Warga Negara Asing (WNA) dan ABK 75 orang sempat menuai pro kontra dari beberapa pihak.

Kapal tersebut berlabuh mengambang di perairan Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng, pada Kamis (18/5) sekitar pukul 11.00 wita, walau sangat diterima dengan antusias oleh Perbekel Desa Kalibukbuk tetapi dengan penyambutan yang sangat sederhana.

Perbekel Kalibukbuk I Ketut Suka, dalam penjelasanya saat menyambut kedatangan Wisma tersebut mengatakan. “Kami sih welcome saja, kalau regulasinya membenarkan masyarakat pasti menerima karena apapun bentuknya selama ini yang menjadi kesadaran masyarakat kan sudah membawa nama pariwisata. Kehadiran wisatawan ini kalau mungkin ini regulasinya sudah bagus multi efek playernya masyarakat disini menikmati dan juga promosinya juga malah lebih bagus. Secara tidak langsung wisatawan ini menginformasikan kenegaranya walaupun itu secara omong ke omong,” papar I Ketut Suka.

Baca Juga :  Warisan Budaya Dunia Jati Luwih Dipromosi Via Parade Budaya

Namun ia mengaku, akan mengikuti regulasi yang ada tergantung pemerintah. “Mau tidak mau, karena ini regulasi kedepan kami ikuti. Soal konservasi biota laut, kemarin TNI AL sudah memberikan batas-batas yang layak dan tidak layak. Kalau dari Agent, menjamin tidak akan terjadi kerusakan pada terumbu karang, karena kedalaman terumbu karang ada di 22 meter,” jelas Suka.

Kedatangan kapal pesiar MV Star Clippers dengan GT 2298, yang membawa penumpang sebanyak 150 orang yang mayoritas Warga Negara Asing (WNA)

Terkait dengan kedatangan kapal petualang itu, walaupun hanya beberapa jam berada diperairan Loivna pihak perusahan dari penjelasan Perbekel akan bertanggung jawab jika ada kemungkinan terjadi terkait penyandarannya di perairan Lovina arena hal itu sudah mengantongi ijin dari pusat.

Sementara Agen Kapal Bali, yang mendatangkan kapal ini ke wilayah Lovina, hanya menjalankan sesuai izin yang dikeluarkan oleh UPP Kelas III Buleleng dan Kementrian Perhubungan. Bahkan disebutkan, izin tersebut sudah lengkap. “Kami selaku agent hanya melayani saja, perizinan sudah lengkap. Kami sudah bersurat dan koordinasi dengan UPP yang di Sangsit, memang ini bukan pelabuhan. Berlabuhnya kapal ini plot yang ke-4 dan pertama kali,” papar sudarma selaku Agent Kapal dari Bali.

Baca Juga :  Bali Kebut Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana bagi Dunia Usaha Pariwisata

Ditempat terpisah kapala UPP kelas III Buleleng Eka Suyasmin memaparkan kapal yang berlabuh mengapung dengan jarak 700 meter dari bibir pantai dengan kedalaman laut 14 meter dan lego jangkar termasuk awak kapal bagian bawah hanya berkisar 8 meter. Sehingga, ada ruang tinggal 6 meter. Sehingga, dipastikan UPP Kelas III Buleleng, kondisi laut di Lovina aman.

“Itu sudah mengantongi izin berlabuh dari Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, dan kami ini hanya berkewajiban untuk mengamankan,” jelas Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Buleleng, Eka Suyasmin.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Nyoman Sutrisna, menerima kedatangan kapal phinisi itu berlabuh di Perairan Lovina yang didatangkan oleh PT Djakarta Lloyd. Hanya saja, kata Sutrisna, berlabuhnya kapal ini yang pertama kali akan menjadi evaluasi kedepannya. Diketahui kapal ini akan berlabuh 2 kali dalam sebulan ini.

Baca Juga :  Jadi Pilot Project, Bali Siap Sambut Wisatawan

“Ini demi pariwisata Buleleng, biar tidak dimarjinalkan, karena ini menyangkut Internasional. Tapi saya hari ini akan bersurat untuk berikutnya, bukan tidak diberikan tapi dipindah lah, baik itu di Pelabuhan Celukan Bawang atau di Pelabuhan Sangsit. Kami pemerintah, tidak dilibatkan soal ini. Tapi nanti, kapal pesiar asing sesuai standar spesifikasi pelabuhan, Pelabuhan Celukan Bawang merupakan pelabuhan alam yang dinilai sangat layak untuk tempat bersandarnya kapal pesiar,” ungkap Sutrisna.

Dari informas yang berhasil dihimpun BeritaDewata bahwa kapal petualang itu setelah meninggalan perairan Lovina menuju pulau Komodo berencananya berlabuh kembali di perairan Lovina pada tanggl 31 mei 2017. Kapal pesiar yang telah didominasi oleh Penumpang dari benua Eropa yang mengunjungi lokasi wisata Menjangan dan Danau Buyan, Gitgit Water Fall desa Wisata kecamatan Banjar dan Tamblingan, Kapal dijadwalkan akan meninggalkan Lovina pukul 22.00 wita.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here