Koster Terus Didesak Soal Pergantian Nama Tol Bali Mandara

Ilustrasi dok net

Denpasar – Dewan Bali mempertanyakan kepada Gubernur Bali I Wayan Koster soal wacana pergantian nama dari Tol Bali Mandara yang menghubungkan Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua. Tol yang diresmikan oleh Presiden Keenam SBY itu diberi nama oleh mantan Gubernur Bali yang menjabat waktu itu yakni Made Mangku Pastika.

Dalam sidang paripurna pada Senin siang (14/1), Dewan Bali mempertanyakan soal kelanjutan Koster dalam memperjuangkan pergantian nama tersebut. “Pak Gubernur diminta untuk menjawab pertanyaan forum bagaimana perkembangan usulan pergantian nama Tol Bali Mandara,” ujar Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama.

Mendapat permintaan tersebut, Koster memberikan penjelasan secara detail. Menurut Koster, dirinya sudah mengajukan pergantian nama kepda Menteri PUPR. “Saya sudah mengajukan secara resmi kepada Kementerian PUPR soal pergantian nama tersebut. Pengajuan itu dilakukan baik melalui surat resmi maupun melalui bertemu langsung dengan pihak Kementerian PUPR,” ujarnya.

Baca Juga :  Dorong Ekonomi Kreatif Saat Pandemi Covid-19, CCEP dan BEDO Gelar Live Cooking dan Bazar

Dalam pengajuan tersebut, pihaknya menjelaskan alasan pergantian nama dari Tol Bali Mandara, diganti dengan nama Tol I Gusti Ngurah Rai. “Kami menjelaskan alasan pergantian nama itu. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya. Dalam waktu dekat kita akan bertanya lagi. Soal dikabulkan atau tidaknya usulan pergantian nama itu merupakan kewenangan Kementerian PUPR,” ujarnya.

Menurut Koster, usulan pergantian nama itu bukan tanpa alasan dan sama sekali tidak berniat untuk menghilangkan jejak pembangunan dari gubernur sebelumnya yakni Gubernur Made Mangku Pastika. Ia beralasan, namaa I Gusti Ngurah Rai harus benar-benar menjadi ikon dalam satu kesatuan kawasan.

“Disana ada Bandara I Gusti Ngurah Rai, ada patung Pahlawan I Gusti Ngurah Rai, dan ada nama Jl By Pass Ngurah Rai. Karena satu kesatuan inilah maka sebaiknya Tol Bali Mandara diganti dengan nama Tol I Gusti Ngurah Rai. Satu kesatuan kawasan itu ikonnya harus jelas yakni pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Bukan ingin menghilangkan jejak pembangunan pemerintahan sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Maestro Enrico Bonavera Beri Lokakarya Commedia dell’arte di BBB

Koster juga menjamin jika ada beberapa nama Bali Mandara tetap dipertahankan seperti RS Bali Mandara, SMA Bali Mandara. Bahkan program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) juga akan dipertahkan dan diperbaikan kekurangannya. Bahkan, SMA Bali Mandara nantinya bukan hanya berada di Buleleng, tetapi akan dibuka juga di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, dimana banyak warga miskinnya.

Sistemnya sama, yakni menerima anak dari keluarga miskin yang kurang mampu namun berprestasi secara akademis. “Jadi tidak ada niat untuk menghilangkan pembangunan dari pemerintahan sebelumnya,” ujarnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here