Kepala Daerah Perlu Proaktif Soal Rubela

Ilustrasi / Istimewa

BeritaDewata.com, Badung – Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengapresiasi Fatwa MUI soal vaksin Rubela karena MUI sama sekali tidak mempersoalkan proses dan bahan baku vaksin tersebut.

“Dibanding antara manfaatnya dan mudaratnya maka semua orang pasti sudah tahu. Kami di bidang kesehatan tidak ingin agar anak-anak Indonesia cacat karena Rubela. Kami tidak ingin agar anak anak Indonesia meninggal karena campak. Ini bisa dicegah dengan imunisasi yang spesifik agar generasi bangsa bisa diselamatkan,” ujarnya di Kuta Bali, Selasa (18/9).

Menkes meminta agar semua pihak harus paham dengan kebutuhan yang sangat mendesak untuk menciptakan generasi bangsa yang berkualitas. Fatwa MUI sudah keluar untuk vaksin Rubela sehingga tidak ada yang mempersoalkan lagi bahan dan proses vaksin tersebut.

Menkes juga mengaku jika capaian secara nasional terhadap vaksin MR masih jauh di bawah standar atau target yang diharapkan. Saat ini capaian secara nasional baru sekitar 45 persen. Sementara yang diharapkan adalah 95 persen.

Ia melanjutkan, sekalipun vaksin tidak mencapai 100 persen namun bila capaian secara nasional mencapai 95 persen maka Indonesia akan mendapatkan kekebalan secara komunitas. Bila ada kekebalan komunitas maka rubela dan campak tidak akan berkembang lagi dan cepat atau lambat akan menghilang dari Indonesia.

“Kalau sudah capai 95 persen maka masih kurang 5 persen. Namun dipastikan kita akan mendapatkan kekebalan komunitas dan hasilnya rubela dan campak hilang dari Indonesia. Jumlah yang 5 persen itu tetap akan diupayakan sampai zero di Indonesia,” ujarnya.

Kepala Daerah Perlu Proaktif Soal Rubela

Ia meminta agar para kepala daerah dari seluruh Indonesia baik gubernur maupun bupati dan walikota agar lebih proaktif dan mendorong vaksin di daerahnya masing-masing sehingga bisa mencapai target 100 persen. Peran kepala daerah sangat penting. Menkes juga memberikan apresiasi kepada beberapa daerah yang sudah mencapai hasil yang tinggi. Beberapa di antaranya Papua Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Bali yang sudah mencapai 82 persen. Sementara daerah lainnya masih belum optimal dan jumlahnya lebih banyak.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here