Kembali Warga Resah, Beras Raskin di Seririt Bau Apek

Beras Raskin di Seririt Bau Apek

Buleleng – Warga Buleleng Kecamatan Banjar Desa Tigawasa kembali resah, pasalnya beras yang mereka terima dari Bulog Kecamatan Seririt melalui kantor kepala Desa Tigawasa dengan kondisi kurang layak untuk di komsumsi beras tersebut mengeluarkan warna kuning dan berdebu serta bau apek. Seorang warga Dusun Konci Desa Tigawasa Kecamatan Banjar Komang Suardika Adi Putra keluarga dari Nyoman Simpen mengeluhkan beras yang ia terima langsung dari Kantor Desa pada Senin, 7 Agustus 2107.

Disebut kurang begitu layak untuk dikomsumsi. Keluhan itu langsung sampaikan melalui acount fecebooknya yang bernama Putu Putra Sariani Grenade, “Ne jani kene sembakone ne bakatang masyarakat miskin. Mani puane bise poral lakar bahange masyarakat miskine. (Begini sembako yang didapat masyarakat miskin, besok lusa bisa Poral dikasih masyarakatnya),” katanya.

Dari sembilan dusun yang ada di desa Tigawasa hampir keseluruhan menerima kondisi beras yang tak layak di konsumsi, di dusun Konci sendiri jumlah penerima jatah raskin mencapai dari 120 KK, Suardika selaku penerima jatah raskin saat dikonfirmasi mengatakan. “Tiang bukanya memojokan seseorang atau kelompok tertentu.Tiang selaku penerima jatah raskin merasa risih memasak dan memakan beras ini karna terlalu kurang berkualitas. Jika harus di musuhi aparat desa tiang gak apa kerena tiang membela kebenaran dan masyarakat kecil juga,” Keluh Suardika.

Baca Juga :  Rayakan Ramadhan 1443 H, CCEP Indonesia Berbagi Kebahagiaan Melalui Donasi Bagi Masyarakat Sekitar Area Operasional

Bahkan Suardika menyebutkan selama ini aparat Desa Tigawasa tidak pernah menyampaikan jika ada beras yang rusak atau tidak layak di komsumsi bisa dikembalikan. Padahal himbauan beras rusak dari Kabulog sendiri maupun Ekbang Kabupaten Buleleng telah beberapa kali bersosialisasi bahwasanya jika ada beras rusak segera Kepala Desa melaporkanya. “Sama sekali dari dDesa Dinas tidak ada penyampaian kalau ada beras rusak, hanya ada arahan untuk mengambil beras kekantor Desa atau kebalai Dusun” imbunya.

Kepala Bulog Seririt Gusti Bagus Muliawan saat dikonfirmasi terkait penemuan beras yang tak layak dikomsumsi di Desa Tigawasa ia tak menampik hal itu, bahkan pihaknya telah beberapa kali bersosialisasi kemasing-masing kecamatan dengan menghadirkan pihak pemerintah desa bersama Ekbang Buleleng, bahwasanya jika ada beras rusak berhak dikembalikan dan Bulog pun akan siap mengganti berapapun itu jumlahnya.

Baca Juga :  Re-Sertifikasi Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, ITDC Konsisten Terapkan Sustainable Tourism di Kawasan The Nusa Dua

”Kami sudah sering turun bersama pak Wayan Darmika dari Ekbang mensosialisasikan hal itu, jika ada beras rusak mohon dilaporkan dari Desa dan kami siap mengganti berapapun jumlahnya, kalau ada dua sak pun kami ambil. Sepanjang armada truk kami bisa masuk ke Desa akan kami layani demi masyarakat,” jelas Muliawan.

Ungkapan yang sama pun disampaikan oleh Kasubag Ekbang Buleleng Wayang Sudarmika, bahwa pihaknya sudah terus melakukan sosialisasi kemasing-masing desa di Kabupaten Buleleng terkait adanya raskin rusak dari Bulog. Disisi lain Anggota DPRD TK II Buleleng Made Adi Purnawijaya sangat menyayangkan masih raskin yang kurang berkualitas dibagikan kepada masyarakat miskin di Buleleng oleh pihak Bulog kabupaten Buleleng.

Baca Juga :  Kasus Meninggal COVID-19 Menurun, Pasien Sembuh Bertambah 913 Orang

”Kok masih saja ada raskin yang tak bagus dibagikan, kalau benar itu terjadi pihak desa harus menolak. Masak masyarakat disuruh mengkomsumsi beras yang tidak layak dan dari dinas sosial harus ikut mengawasi dan bertanggung jawab,” jelas Adi Purnawijaya.

Kepala Desa Tigawasa Made Suadarma Yasa saat diminta konfirmasi pada, Selasa 8 Agustus 2017, sore terkait raskin yang diterima warganya. Bahkan ia berdalih kalau raskin yang dibagikan kemasyarakat tak ada yang rusak maupun warga komplin, “Sementara tidak ada komplin dari masyarakat yang menerima,” ucap Suardarma melalui pesan singkat.

Diketahui Sebelumnya pernah juga warga Desa Temukus Kecamatan Banjar warga mengeluhkan kondisi beras yang di terima masyarakat Desa setempat berbau apek dengan warna yang sama

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here