Kapolda Bali Merespon Travel Advisory Negara Tetangga dengan Maklumat Bali is Safety

Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose

DENPASAR, BeritaDewata – Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose merespon dengan tegas beberapa negara tetanggap terutama Malaysia yang mengeluarkan travel advisory kepada warganya yang berkunjung ke Indonesia.

Sekalipun peringatan itu dikeluarkan karena situasi politik yang memanas di Indonesia, namun Kapolda Bali meresponnya dengan tegas dan sedikit sindir terhadap Malaysia demi kepentingan pariwisata Bali.

“Ini negara tetangga, sesama negara Asean tetapi mereka keluarkan travel advisory. Makanya saya keluarkan maklumat Bali is safety,” ujarnya di Denpasar, Selasa (28/5). Maklumat itu dikeluarkan untuk merespon dikeluarkannya travel advisoryatau travel warning oleh dua negara tetangga, akibat dampak kerusuhan pengumunan Pemilu 2019.

Untuk menegaskan maklumat itu, Kapolda Bali mengumumkan bahwa potensial kerusuhan di Bali tidak ada dan Bali tetap aman untuk dikunjungi para wisatawan. Dengan tegas pihaknya menjaminkan institusinya terkait keamanan di Bali saat ini.

“Kami sudah melakukan penangkapan kepada orang yang menyebarkan berita hoaks dua minggu yang lalu dan sekarang sudah ditahan. Kepada pelaku bisnis untuk tourism, saya sudah mengeluarkan maklumat dibantu dengan Pangdam IX Udayana Bali dan seluruh stake holder yang ada. Kami menjamin pertaruhannya adalah kewibawaan dari institusi kami, keberadaan dari institusi kami baik Polri maupun TNI,” tegas Golose.

Maklumat yang dikeluarkan tersebut bukan sembarang, karena ada isu-isu dimana negara tetangga sesama negara ASEAN turut mengeluarkan travel advisory atau travel warning-nya kepada Indonesia.

Padahal kenyataannya tidak ada gangguan terhadap warga negara tetangga tersebut selama di Indonesia. Sementara garda terdepan keamanan dan ketertiban baik Gubernur, Polri, TNI, Kajati dan sebagainya kompak menjamin keberadaan turis di Bali.

“Saya menyatakan bahwa Bali is safe. Sekali lagi bahwa Bali is still safe, always safe for the destination of the tourist. Sampai dengan sekarang tidak ada ancaman apapun. Bahkan tidak ada threat (ancaman) apapun yang ada di Pulau Dewata ini. Saya sudah meningkatkan patroli baik yang berseragam maupun tidak berseragam dengan pendekatan soft approach,” tegasnya.

Sebelumnya adanya travel advisory (anjuran perjalanan) atau travel warning (larangan berpergian) ini sebagai imbas kerusuhan di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Tujuh negara diantaranya yang mengeluarkan anjuran perjalanan bagi warganya diantaranya Singapura, Malaysia, Australia, Tiongkok, Inggris, Belanda dan Kanada. Kemudian menyusul Thailand dan Filipina.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here