Kanwil Hukum dan Ham Bali Beri Sinyal Positif Penolakan Remisi Susrama

Puluhan wartawan dari berbagai media di Bali kembali mendatangi Kantor Wilayah Hukum dan Ham Provinsi Bali, Jumat (1/2).

Denpasar, BeritaDewata.com – Puluhan wartawan dari berbagai media di Bali kembali mendatangi Kantor Wilayah Hukum dan Ham Provinsi Bali, Jumat (1/2). Kedatangan puluhan wartawan dan para aktifis Bali ini dalam rangka meminta kepada Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly untuk membatalkan remisi kepada Napi pelaku pembunuhan terhadap wartawan Radar Bali AA Narendra Prabangsa.

Pelakunya adalah Nyoman Susrama asal Bangli Bali yang awalnya divonis hukuman seumur hidup menjadi hukuman sementara karena mendapatkan remisi yang diterimanya. Puluhan awak media mendatangi Kantor Wilayah Hukum dan Ham Bali dengan sejumlah poster berisi tolak remisi, foto almarhum Prabangsa, dan juga puluhan topeng berwajah Prabangsa.

Berbagai orasi digelar. Juga digelar teatrikal yang berisikan soal kronologi Prabangsa dibunuh karena membongkar kasus korupsi yang melibatkan Napi Nyoman Susrama. Setelah itu, puluhan awak media ini meminta agar Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Ham Bali, Sutrisno, memberikan penjelasan terkait dengan pertemuan dengan Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly.

“Pada pertemuan sebelumnya, kepada kami sudah dijanjikan untuk menyampaikan hasil pertemuan dengan Pak Menteri Yasonna Laoly. Makanya kami datang lagi kali ini untuk menagih janji bapak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham untuk meminta penjelasan terkait dengan pertemuan tersebut.,” ujar Made Ariel Suardana, penasihat hukum awak media yang tergabung dalam solidaritas jurnalis Bali (SJB).

Permintaan itu pun dipenuhi Kakanwil Sutrisno. Menurutnya, dirinya sudah bertemu dengan menteri pada Selasa sore (29/1) lalu setelah bertemu dengan para wakil media dan keluarga korban. “Saya sudah bertemu pak menteri (Yasona). Saya melaporkan kondisi terkini di Bali baik petisi dari dari teman-teman jurnalis maupun laporan dan catatan kami dari Kantor Wilayah Hukum dan Ham Bali. Dari eksresinya, Pak Menteri menerima laporan saya, juga laporan perkembangan Bali akibat dampak dari kasus ini. Ekspresinya positif,” ujarnya.

Sayangnya, Sutrisno tidak menjelaskan ekspresi positif itu berarti akan merevisi remisi terhadap Susrama. Ia menegaskan, hanya meneruskan laporan kondisi terkini di Bali akibat kasus ini bergulir. “Kalau soal hasilnya saya tidak tahu karena ini masih proses. Pak Menteri berjanji akan mendiskusikan dengan tim yang ada,” ujarnya.

Sutrisno juga mengaku bertemu dengan Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami. Intinya, Dirjen PAS setuju jika kajian pemberian remisi terhada Susrama harus melibatkan banyak pihak dari eksternal seperti akademisi, sosiologi dan bahkan jurnalis.

Menurut Sutrisno, dirinya selalu siap 24 jam untuk berdiskusi dengan berbagai pihak terkait dengan remisi pembunuhan terhadap wartawan Radar Bali. “Saya siap 24 jam, kapan saja dimana saja. Asal jangan pada saat sedang tidur saja,” ujarnya.

Pada prinsipnya, Sutrisno akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan Ham terkait dengan tuntutan masyarakat Bali. Ia mengakui jika dirinya hanya bisa memberikan laporan terkini perkembangan di Bali. Sementara keputusannya ada di pusat.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here