Kalbe Group Selenggarakan HJ Learning Forum “Management Klinik di Era JKN”

Kalbe Group Selenggarakan HJ Learning Forum (HJLF) dengan tema “Clinic Management Talk”

DENPASAR, BeritaDewata – Kalbe Group Selenggarakan HJ Learning Forum (HJLF) dengan tema “Clinic Management Talk” dimana layanan primer yang berkembang sedemikian pesat sejalan dengan adanya Program Pemerintah. UU No. 24 Tahun 2011 tentang warga negara Indonesia dan warga asing yang sudah berdiam di Indonesia selama minimal enam bulan wajib menjadi anggota BPJS.

Sehingga di tahun 2019, setiap warga Indonesia wajib memiliki BPJS, oleh karena itu ketersediaan Faskes I dibutuhkan seiring dengan peningkatan jumlah peserta BPJS. Yang demikian perlu diperhatikan klinik sebagai Faskes I adalah Ketersediaan sarana dan prasarana, aspek penanganan yang praktis, cepat dan mumpuni. Hal tersebut diungkapkan oleh Group Brand Manager PT Hexpharm Jaya, Sri Wiyanti Cahya, ditemui di tempat acara, Minggu, 15 September 2019.

Ki-Ka : Group Brand Manager PT Hexpharm Jaya, Sri Wiyanti Cahya bersama Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Daeng M Faqih

“Program BPJS mendapat respon yang cukup positif dari masyarakat, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya peserta BPJS yang semakin banyak dipenuhi oleh pekerja swasta, sehingga pola pelayanan klinik yang menyajikan layanan 24 jam merupakan pilihan masa depan peserta BPJS,” ujarnya.

Sri Wiyanti Cahya menjelaskan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak perusahaan PT Hexpharm Jaya menyelengarakan HJ Learning Forum (HJLF) dengan tema “Clinic Management Talk”. Acara yang diselenggarakan di Hotel Harris Denpasar ini dihadiri lebih dari 200 dokter umum dan spesialis dari wilayah Bali yang juga didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bali.

“HJ Learning Forum ini dilakukan dengan tujuan agar para Dokter dapat memahami management klinik terutama klinik pratama agar dapat mendukung program pemerintah (BPJS). Kami melaksanakan program edukasi bagi para Dokter untuk mendapatkan wawasan dan informasi terbaru mengenai Risk Management Cardiometabolic beserta penatalaksanaan dislipidemia dengan terapi golongan statin. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Kalbe dalam meningkatkan Indonesia yang lebih sehat sesuai dengan misi Kalbe,” jelasnya.

“Program BPJS yang telah memasuki tahun ke-empat ini telah memiliki jumlah peserta lebih dari 175juta warga. Dengan bertambahnya peserta program BPJS, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi. Dengan begitu HJ Learning Forum diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas klinik di Indonesia,” imbuhnya

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Daeng M Faqih mengatakan para dokter perlu dibekali kemampuan manajemen klinik agar mampu mengelola klinik. Selama ini dokter dilatih untuk menangani kasus klinik tetapi bukan mengelola secara organisasi klinik. Ini merupakan tantangan dokter untuk sukses di Era BPJS.

“Forum ini diharapkan dapat menjadi sarana pertemuan dalam berbagi ilmu dan pengalaman mengenai klinik dan pengetahuan medis,” ujarnya.

Diketahui kegiatan edukasi dibuka oleh Dr. Fery Rahman, MKM, selaku Ketua Panitia HJ Learning Forum dan Sri Wiyanti Cahya selaku Group Brand Manager PT Hexpharm Jaya. Pembicara utama HJLF adalah dr. Yudi Putra, yang membahas bagaimana managemen klinik di Era BPJS dan dr. Kadek Iwan Darmawan, M.PH, yang membahas akreditasi klinik di era BPJS. HJ Learning Forum tahun ini merupakan tahun ke-tiga penyelenggaraan, dengan target pelaksanaan di 8 kota yaitu Yogyakarta, Padang, Balikpapan, Denpasar, Semarang, Jambi, Semarang dan Jakarta.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here