Kadus Suwug Kajanan : Paruman di Balai Dusun Pembahasan Pengelolaan Air Bersih

Kepala Dusun Suwug Kajanan, Desa Suwug, Made Winasa, ditemui di Kantor Desa Suwug didampingi Kepala Desa Jro Wayan Antara serta prangkat desa dan ketua LPD Wayan Mudita

BULELENG – Paruman yang di gelar di Balai Dujun Suwug Kajanan oleh Kepala Dusun Made Winasa (55) pada Sabtu (9/2) pukul 17.00 Wita dengan menghadirkan warga masyarakat terkait pembasan pertanggung jawaban pengelolaan air bersih dan pembentukan pengurus baru, yang mana pengurus lama masih dalam proses pemulihan pembukuan dan keuangan.

Terkait pengelolaan air bersih pelanggan baru dikenakan biaya instalasi sebesar Rp 300 ribu, dan untuk perbulan masyarakat dikenakan secara swadaya. Bahkan masyarakat dusun Kajanan jika terjadi pembengkakan tetang pengelolaan air berih yang dikelola Unit Pelayana Sarana (UPS) dengan bernaung di bawah kepala dusun selalu bisa diselesaikan.

Setelah pembahasan pengelolaan air bersih selesai, salah satu warga Made Sukarena (44) yang sering dipanggil Kelinci menanyakan kepada kepala Dusun Suwug Kajanan, Made Winasa tentang rehab balai Dusun Suwug Kajanan yang dilaksanakan pada tahun 2015 dengan Alokasi Dana Desa (ADD) mencapai Rp 40 juta serta swadaya masyarakat setempat sebesar Rp 15 juta.

“Saya pertanyakan soal pembangunan Balai Dusun ini, dari dana desa ada uang Rp 40 juta, swadaya masyarakat yang diambilkan dari kas adat dan dinas Rp 15 juta, dimana pertanggung jawabanya. Padahal dulu dari inspektorat sempat datang meninjau pembangunan ini. Anehnya setiap pembangunan apa di dusun. Kepala Dusun tidak pernah menggelar paruman dengan masyarakat. Kadus ini berjalan sendiri-sendiri, Kadus ini tidak beres menjawab padahal hanya rehab saja Balai Dusun ini tahun 2015, kok nilainya mencapai Rp 55 juta, mustahil kan,” tanya Sukerana (9/2) pukul 17.00 Wita.

Paruman yang di gelar di Balai Dujun Suwug Kajanan oleh Kepala Dusun Made Winasa (55) pada Sabtu (9/2)

Sementara Kepala Dusun Suwug Kajanan, Desa Suwug, Made Winasa saat di temui pada Jumat (15/2) pagi di Kantor Desa Suwug didampingi Kepala Desa Jro Wayan Antara serta prangkat desa dan ketua LPD Wayan Mudita mengklarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya. Ia menyatakan tidak benar yang menyebutkan warga Suwug Kajanan “Ngerudug Datangi Balai Dusun”.

“Tidak benar disebutkan Warga Gerudug, kesanya saya didemo warga. Yang benar saya mengundang warga untuk paruman pembahasan pengelolaan air bersih, dimana setiap pelanggan baru wajib dikenakan pemasangan intalasi baru sebesar Rp 300 ribu dan kemarin ada yang memasang 3 orang, dan itupun setiap bulanya pelanggan dikenakan sumbangan sebesar Rp 15000,” jelas Made Winasa.

Apa yang menjadi pertanyaan Made Sukerena alias Kelinci tersebut tentang pengelolaan ADD dijelaskan oleh Kadus Suwug Kajana serta Kepala Desa Suwug, semua sudah ada LPJ nya dan di pertanggung jawabkan oleh desa, dana swadaya dari Banjar yang jumlah Rp15 juta untuk biaya rehab Balai Dusun juga sudah ada LPJ nya di tangan kepala dusun Banjar Kajanan.

Dijelaskan kembali oleh Made Winasa kalau air bersih yang tersalur kerumah masyarakat dikelola oleh UPS. “Bahkan Banjar Dinas sendiri hanya mengetaui hal tersebut dan tidak mengelola uang dari air bersih itu,” terangnya.

Menariknya, ditambahkan Winasa, pengelolaan air bersih tersebut mampu menalangi kemacetan urunan ketika odalan (Pujawali/ upacara). Jika kerama dikenakan urunan untuk menggelar piodalan uang simpan pinjam yang ada di Banjar Kajanan, banjar adat lah yang berperan penting, karena ke untungan bunga dari simpan pinjam tersebut diambilkan untuk membayar urunan pujewali ke desa.

Rencana kedepan pihaknya bersama kepala desa Suwug akan segera membangun BUMDes agar air yang dikelola UPS dialihkan ke Badan Usaha Milik Desa.

Terkait dengan perbaikan Balai Dusun Suwug Kajanan yang dilaksanakan pada tahun 2015 sudah sesuai RAB dan LPJ. Made Winasa dengan tegas mengatakan tidak ada penyimpangan maupun pembukuan yang salah.

“Alokasi dana desa yang digelontorkan dengan anggaran Rp 40 juta terpotong pajak Rp 2 juta dan kami terima Rp 38 juta pada tahun 2015 untuk rehabilitasi Balai Dusun Suwug Kajanan yang diberikan secara bertahap dari Kepala Desa ditambah swadaya Rp 15 juta dari masyarakat dan terakhir diserahkan oleh pak Kades di Balai Dusun Suwug Kajanan. Semua ada nota pembelanjaan itu RAB/LPJ di desa ada dan di balai dusun,” jelas Kadus Kajanan Made Winasa.

Selaku kepala Dusun Suwug Kajanan ia mengakui belum sempat menyampaikan kepada warganya terkait pertanggung jawaban rehabilitasi Balai dusun tersebut “Kelalaian saya cuman itu belum menyampaikan kemasyarakat,“ jelasnya.

Sementara Kepala Desa Suwug Jro Wayan Antara selaku pejabat tertinggi didesa itu sangat berterimakasi dengan warganya yang berani kristis, namun dirinya tidak mau terjadi suatu permasalahan atau penyimpangan diantara perangkat desa dengan dirinya.

”Saya tegas dalam hal ini selaku penangung jawab di Desa masalah pembangunan, kalau ada yang mengkritisi itu sah-sah saja tapi sasaranya yang tepat jangan sampai saya diadu dengan kadusnya apalagi Kadus adalah kepanjangan tangan saya didesa.

Karena ini menjelang politik saya harus membangun desa bersama prangkat dan masyarakat untuk itu saya tidak ingin terjadi kesenggangan di desa Suwug,” papar Wayan Antara.

Sebagai penanggung jawab segala pembangunan dengan menggunakan ADD yang digelontorkan oleh pemerintah pusat kemasing- masing desa Antara bertanggung jawab penuh,
“Jangan sampai saya diadu, semua tentang pembangunan desa yang menggunakan alokasinya dari ADD sudah ada TPK. Team Pengelola Kegiatan.” papar Jro Wayan Antara.

———————————————-

Ralat dan Permohonan Maaf

Terkait dengan berita berjudul “Puluhan Warga Pertanyakan Pembangunan Balai Dusun Kajanan” yang ditayang di Beritadewata.com tanggal 9 Februari 2019 maka dengan ini kami menyampaikan beberapa koreksi sebagai berikut.

Pertama, nama yang tertulis adalah Kadek Winasa kemudian yang benar adalah Made Winasa

Kedua, soal tahun yang tertulis 2017 yang benar adalah 2015

Ketiga, soal singkatan ADD. Yang tertulis Anggaran Dana Desa yang benar adalah Alokasi Dana Desa.

Keempat, bahwa dijelaskan Kadus diskorsing oleh kepala desa. Yang benar tidak ada skorsing dan hubungan keduanya baik baik saja.

Demikian ralat yang kami buat.

Kami atas nama Media Beritadewata.com mohon maaf kepada pihak pihak terkait yang dirugikan dengan kesalahan ini.

Terima kasih

 

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here