Kabupaten Halmahera Barat Jadi Pusat Produksi Jagung di Kawasan Indonesia Timur

Kabupaten Halmahera Barat Jadi Pusat Produksi Jagung di Kawasan Indonesia Timur

Denpasar, Beritadewata.com – Kebutuhan jagung nasional untuk bahan pakan terutama untuk pakan unggas cukup besar. Hal ini disampaikan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Fini Murfiani.

Menurutnya, kebutuhan pakan ternak yang besar dapat menjadi peluang pengembangan agribisnis jagung yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah yang mempunyai potensi sesuai dengan keunggulan komparatifnya.

Berdasarkan data prognosa jagung tahun 2018, sekitar 66,1% atau 10,3 juta ton produksi jagung nasional digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri pakan dan peternak mandiri (BKP Kementan). “Kebutuhan jagung yang cukup besar ini tentunya dapat menjadi pendorong bagi berkembangnya agribisnis jagung di Indonesia dalam rangka peningkatan produksi dan kesejahteraan petani, serta motor penggerak pembangunan di pedesaan,” ujarnya, Rabu (13/3).

Untuk itu, daerah-daerah dengan penghasilan jagung yang besar semestinya pandai membaca peluang bisnis ini. “Saya kemarin dapat laporan dari Kabupaten Halmahera Barat, dimana pengembangan jagung di kabupaten tersebut tahun 2018 realisasi tanamnya mencapai 12.000 Ha dari target luas tanam 20.000 Ha dan ini sebenarnya masih dapat ditingkatkan. Kami dari sisi pemerintah yang pasti ingin menjembatani antara petani jagung dengan peternak dan industri pakan, sehingga semua sama-sama dapat untung dan dapat mendukung terciptanya agribisnis jagung dan peternakan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara Bupati Halmahera Barat, Danny Missy menyampaikan, produktivitas jagung rata-rata di Halmahera Barat sebesar 5 ton/ha. Untuk meningkatkan produktifitas, Danny Missy berharap agar petani dapat berinovasi untuk meningkatkan produktivitas jagung hingga 12 ton/ha, sehingga pendapatan petani juga meningkat.

Untuk meningkatkan sektor pertanian di Kabupaten Halmahera Barat, khususnya pengembangan agribisnis jagung, Bupati Halmahera Barat telah meresmikan 17 paket sumber Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2018 yang berupa pembangunan infrastruktur seperti Dam parit, embung, irigasi air tanah, long storage dan jalan produksi di Kabupaten Halmahera Barat.

Saat ini Halmahera Barat telah bekerja sama dengan Surabaya dan Gorontalo yang difasilitasi oleh Perusda, sehingga petani tidak lagi susah menjual jagung. “Nantinya petani tinggal menunggu di rumah dan jagung dijemput oleh Perusda”, terangnya.

Sebelumnya pada tanggal 25 Februari 2019 telah dilakukan acara panen raya jagung dan penandatanganan Pernyataan Bersama tentang Penyerapan dan Distribusi Jagung Pipil dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan dan Kedaulatan Pangan di Kabupaten Halmahera Barat antara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Halmahera Barat yang diwakili oleh Gapoktan Goal Jaya II, peternak ayam petelur (layer) mandiri PT. Bumi Saloi Sirimoi dan Perusahaan Daerah Bidadari Mandiri yang disaksikan oleh Bupati Halmahera Barat dan perwakilan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara.

Transaksi Jual Beli Jagung Hasil Panen Petani Kabupaten Halmahera Barat antara Gapoktan Goal Jaya II dengan Perusda Bidadari Mandiri sebanyak 100 ton juga langsung dilakukan. Acara panen raya ini dilaksanakan bertepatan dengan acara hari ulang tahun Kabupaten Halmahera Barat ke-16 yang perayaannya dilaksanakan di tempat terpisah.

Sementara itu, Muhamad Idris selaku Direktur Utama Perusda Bidadari Mandiri mengungkapkan bahwa Perusda akan bersinergi dengan para petani, para peternak dan Dinas Pertanian untuk menampung hasil panen. Selain orientasi profit Perusda juga berkomitmen untuk menjaga stabilisasi harga jagung. Sedangkan Lorensius Wagirin petani jagung menyatakan, dengan adanya penandatangan nota kesepahaman yang sudah dilakukan tersebut, ia dan kelompoknya merasa terbantu.

“Yang pasti kami berterimakasih karena pemerintah telah membantu memfasilitasi untuk memberikan kepastian pasar yang jelas. Kami berharap program ini tetap berlanjut dan tidak berhenti di tengah jalan”, ucapnya.

Fonni Pelapu, dari peternak ayam petelur mandiri mengungkapkan, dengan adanya pernyataan bersama ini Ia berharap tidak perlu lagi mencari jagung keluar daerah karena faktor jarak distribusi juga sangat berpengaruh terhadap harga jagung yang juga sangat berpengaruh terhadap harga produksi. “Jadi kalau harga jagung stabil, pastinya kami dapat memback-up harga telur juga stabil di Halmahera Barat”, pungkasnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here