Kabupaten Buleleng Ajukan 230.074 Anak untuk KIA

Putu Reike Nurhaeni, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Buleleng

BeritaDewata.com, Buleleng – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buleleng, mulai melakukan sosialisasi terkait program Kartu Identitas Anak (KIA). Kartu ini merupakan Program Nasional di bidang kependudukan yang sudah dipayungi hukum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 2 Tahun 2016.

KIA ini sebagai fungsi untuk mendata penduduk sejak masa kelahiran dan sampai nanti waktunya berkewajiban untuk bisa memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El).

Permendagri No 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identias Anak, menyebutkan KIA fungsi miripnya seperti Kartu Tanda Penduduk. Karena syarat untuk pemilik KTP adalah berusia 17 tahun ke atas, maka itu dibuatlah aturan mengenai KIA yang bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional Warga Negara Indonesia (WNI).

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Buleleng, Putu Reika Nurhaeni, saat dikonfirmasi mengatakan untuk diwilayah  Kabupaten Buleleng, dari data yang masuk, sudah tercatat sebanyak 230.074 penduduk berusia 0-17 tahun. Rencananya akan diajukan untuk pembuatan Kartu KIA.

Baca Juga :  Umar Hadi: Indonesia Menjadi Panggung Utama New Southern Policy

“Kemarin di Buleleng sudah dilakukan sosialisasi oleh  Kemdagri pada 15 Mei lalu, khusus untuk diwilayah Buleleng sudah terdata sebanyak 230.074 penduduk yang berusia 0-17 tahun. Rencananya akan diajukan untuk mendapatkan Kartu Identitas Anak. Namun kita masih belum tahu berapa mendapat keping dari pusat” kata Reika saat ditemui di Buleleng, Minggu 21/5/2017.

Menurut Reika, sesuai Permendagri No 2 Tahun 2016, anak yang telah lahir dan  mengantongi KIA akan mendapatkan haknya terkait pelayanan umum sebagai identitas anak, melaksanakan kegiatan pelayanan publik seperti di perbankan, pelayanan kesehatan dan keimigrasian.

Hal ini juga dipaparkan Reika, jika tidak ada kendalangan rencananya di pusat terlebih dahulu akan dilakukan lelang  pada bulan Juni mendatang untuk pengadaan keping kartu KIA yang kemudian KIA baru bisa diluncurkan sekitar Bulan Juli mendatang.

Baca Juga :  Diduga Protes Pembagian Raskin, Kadus Dajan Pakung Pilih Mundur

“Kartu KIA ini akan mirip seperti KTP, dengan menggunakan kepingan. Kepingnya itu melalui proses tender bulan Juni, kemudian baru bisa diluncurkan sekitar Juli mendatang. Untuk di daerah kita di Buleleng sudah siap, baik dari sisi alat cetak, SDM nya, aplikasi, hanya tinggal menunggu dari pusat saja. Berapa keping dikasi nantinya kita belum tahu,” imbuhnya

Proses pengajuannya pun juga dipaparkan Kadis Reika. “Untuk pengajuan KIA tersebut bisa dilakukan bersamaan saat pembuatan akta. Bagi anak yang belum berusia 5 tahun, tetapi belum memiliki KIA, orangtua harus memenuhi beberapa persyaratan administrasi. Bagi anak yang baru lahir, KIA akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran” ucapnya.

Baca Juga :  Tutup Tahun 2019, CCAI Gelar Coke Kicks dan Bantuan Program Kewirausahaan di Bali

Menurutnya pada Permendagri No 2 Tahun 2016 persyaratan yang wajib dipenuhi untuk memperoleh KIA  dengan menyiapkan fotocopy
kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran serta menyiapkan kartu keluarga KTP asli kedua orang tua/wali.

Kemudian bagi anak yang telah menginjak usia 5 tahun, tetapi belum memiliki KIA, orang tua harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu menyiapkan fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya. Persyaratan itu juga harus  menyiapkan kartu keluarga asli dari orang tua/wali.

Selain itu, membawa KTP asli kedua orang tua/wali, dan membawa pas foto anak berwarna, ukuran 2×3 sebanyak 2 (dua) lembar.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here