Inovasi Rujukan Online Mantapkan Pelayanan Peserta JKN-KIS

Inovasi Rujukan Online Mantapkan Pelayanan Peserta JKN-KIS

Denpasar – Inovasi baru terus dikembangkan oleh BPJS Kesehatan demi terpenuhinya kebutuhan dan kenyamanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Salah satu inovasi yang sementara berjalan yakni sistem rujukan online. Sistem rujukan yang mengedepankan digitalisasi ini menjadi dasar rujukan untuk memberikan kemudahan dan kepastian peserta dalam memperoleh layanan di rumah sakit.

“Sistem rujukan online merupakan lanjutan dari beberapa program yang sudah online sebelumnya. Sekarang semua sudah dalam genggaman, jadi tidak ada lagi istilah lupa bawa surat rujukan maupun kartu semua sudah online,” ujar Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Ni Made Dwi Diantari pada Rabu (12/09)

Sistem rujukan online memiliki sejumlah manfaat, yakni rumah sakit tujuan rujukan diutamakan rumah sakit yang jaraknya terdekat sesuai tingkatannya, proses pelayanan peserta di rumah sakit menjadi lebih cepat karena data tidak perlu diinput ulang pada saat pendaftaran, peserta tidak perlu khawatir jika kehilangan atau lupa membawa surat rujukan karena informasi rujukan peserta sudah terekam otomatis di rumah sakit sehingga cukup dengan menunjukkan kartu JKN-KIS atau KIS digital.

Disamping itu juga dengan sistem online ini dapat memberikan kepastian kepada peserta karena rujukan ditujukan kepada rumah sakit sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan medis peserta, rujukan mempertimbangkan kapasitas pelayanan di rumah sakit sehingga terhindar dari penumpukan antrian.

“Sistem hanya akan menampilkan rumah sakit rujukan sesuai dengan kebutuhan dan jarak terdekat dari fasilitas kesehatan perujuk, dengan begitu peserta bisa mendapat kepastian,” terang Dwi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa alur pelayanan masih tetap mengikuti alur rujukan berjenjang. Jika Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menangani hingga tuntas maka rujukan tidak perlu dilakukan. Demikian sebaliknya jika penanganan belum tuntas, maka FKTP akan membuat rujukan secara online ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), dalam hal ini rumah sakit maupun klinik utama. Untuk itu sistem rujukan online ini sangat memerlukan peran proaktif dari fasilitas kesehatan untuk melakukan input data-data yang dibutuhkan sehingga lalulintas rujukan antar fasiitas kesehatan menjadi lancar.

“Jika RS tujuan rujukan terdapat lebih dari satu maka pasien akan diinformasi juga mana yang paling mudah diakses, kita tidak menginginkan lagi pasien mengantri terlalu lama pada saat sakit apa lagi sampai dipingpong, dan peserta yang dirujuk tentunya harus sesuai dengan indikasi medis bukan atas permintaan sendiri. Peserta juga diharapkan aware terhadap inovasi baru ini agar tidak ketinggalan informasi sehingga terhindar dari kendala saat mengakses pelayanan nantinya,” harap Dwi.

Untuk menghasilkan sistem rujukan online yang baik tanpa kendala BPJS Kesehatan melakukan hingga 3 kali tahapan uji coba, saat ini sistem rujukan online ini telah sampai pada uji coba tahap kedua. Rencananya uji coba ini akan dilakukan hingga tahap ketiga pada akhir September mendatang sehingga menghasilkan sistem yang dapat diandalkan.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here