Gandeng Yayasan THK, ITDC Mantapkan Desa Adat Pinge Jadi Desa Wisata

I Gusti Ngurah Ardita, SH, MH. Managing Director ITDC bersama perangkat Desa Adat Pinge

TABANAN, BeritaDewata – Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) memantapkan pembinaan terhadap Desa Adat Pinge, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan untuk menjadi Desa Wisata dengan menggandeng Yayasan Tri Hita Karana, sesuai dengan konsep yang digaungkan berbasis budaya Tradisi dan alam.

Hal tersebut diungkapkan oleh Managing Director ITDC Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, ditemui saat menggelar Media Gathering Desa Wisata Pinge di Marga, Tabanan, 10 Agustus 2019. Ia berharap, dengan adanya pembinaan itu, Desa Pinge menjadi Desa Eisata yang memberikan manfaat buat masyarakat.

“Desa Adat Pinge memiliki keasrian serta infrastruktur yang memenuhi kriteria Tri Hita Karana, sehingga fokus kami dari UTDC saat ini melakukan berbagai upaya untuk mematangkan konsep sebagai Desa Wisata yang menyuguhkan alam, budaya, tradisi serta berbagai atraksi seni lainya,” Ujarnya.

Selain itu tambahkan Ardita, Desa Adat Pinge memiliki Wisata alam yang luar biasa bagus, atraksi seni yang bisa di tampilkan seperti Tari Gebyog, dan tradisi Mebat (melilit sate). Ia menilai tradisi tersebut bisa di kemas sebagai salah satu paket wisata.

“Kita ingin Desa Pinge ini menjadi desa wisata profesional. Kita tidak ingin desa hanya menjadi objek. Tapi, kita ingin betul-betuk antraksi di sini dikemas dalam konsep wisata dan tentu menghasilkan. Sehingga masyarakat mendapat manfaatnya,” tegas Ardita.

I Gusti Ngurah Ardita, SH, MH. Managing Director ITDC

Bendesa Adat Pinge Jero I Made Jadrayasa menyambut baik upaya ITDC yang bekerjasama dengan Yayasan Tri Hita Karana untuk memberdayakan Desa Pinge sebagai desa wisata. Ia berharap dengan Desa Pinge menjadi Desa terkenal dengan tetap menjaga keasrian dan budaya.

“Selama ini, ITDC itu sangat membantu dan selalu mendukung kami, salah satu bantuan dari ITDC ada Sainbon untuk rumah penduduk, Wisata di ujung Desa, ada pendampingan penataan kamar, dan juga ada pelatihan- pelatihan, ITDC selam 3 tahun ini sudah banyak membantu kami,” terangnya.

Bendesa Adat Pinge Jero I Made Jadrayasa

Tentunya hal ini berdampak luas pada masyarakat di sini, terutama kepada mereka yang memilik Kamar, memilik kuliner, termasuk mereka yang aktif di pementasan, “Jadi ada penghasilan tambagan bagi mereka” terangnya. Dampak positifnya lainya adalah, kebersihan semakin di pelihara. “Hubungan kami di masyarakat semakin baik karna seringnya ketemu ngobrol, ada interaksi kekeluargaan.” Imbuhnya.

Yuk tonton juga Channel BDtv…!!

 

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here