FICCI Gelar Dialog Pentingnya Flatform dalam Upaya Mengurangi Resiko Bencana

Dialogue on Role of Innovations in Disaster Risk Reduction (DRR) yang digelar di Nusa Dua Resort, Bali pada Jumat (27/5/2022). (Foto: Dok)

BADUNG, BERITADEWATA – Sebuah dialog tentang peran inovasi dalam mengurangi resiko bencana (PRB) telah digelar di Hotel Courtyard by Marriott, Nusa Dua Resort, Bali pada Jumat (27/5/2022).

Dialogue on Role of Innovations in Disaster Risk Reduction (DRR) dengan tema ‘Building Resilience in the New Normal’ ini juga diisi dengan penyerahan ‘SARTHI Awards’ yang dipelopori oleh Federasi Kamar Dagang & Industri India (FICCI) dan Pusat Kesiapsiagaan Bencana Asia (ADPC) dan didukung oleh Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) untuk memperkuat keragaman dan perkembangan inovasi di India dalam konteks ‘New Normal’.

Dialog akan pentingnya sebuah platform bagi pemangku kepentingan, pakar, pengambil keputusan, pendukung industri dan hal penting lainnya, bertujuan untuk mendiskusikan dan merekomendasikan solusi dan inovasi teknologi yang dapat membantu dalam mengurangi resiko bencana dan mendorong ketahanan di masyarakat dan perusahaan di tingkat regional dan global.

Dr. Valerie Nkamgang Bemo, Wakil Direktur Tanggap Darurat BMGF (tengah). (Foto: Dok)

“Dengan adanya platform maka para pemangku kepentingan utama memiliki landasan untuk bisa memberikan saran, rekomendasi dan titik-titik aksi di bidang pengurangan resiko bencana untuk menumbuhkan ketahanan dalam kenormalan baru,” ungkap Mr. N Bose Babu, Co Chairman, FICC Committee on Disaster Manajemen dan Direktur Layanan Kualitas VCS Pvt Ltd dalam kata sambutannya.

Baca Juga :  Agus Kembali Tertangkap Jajaran Polsek Sukasada

Mr. Alok Sharma, CEO Shycocan Corporation dan mantan Direktur Pelaksana Apple India dalam sesi interaktif memaparkan materinya yang mengungkapkan tentang inovasi dalam penanggulangan resiko bencana alam.

Menurut Mr. Alok Sharma, ketika bencana terjadi, sesungguhnya tidak ada waktu untuk membangunnya kembali kecuali kita sudah merencanakan sebelumnya dengan cara mengetahui apa yang bisa diimplementasikan dan apa yang tidak bisa.

“Ketika bencana terjadi, lembaga besar yang menyediakan solusi, harus dapat mengimplementasikannya karena tidak akan ada waktu untuk melihat sesuatu yang baru lagi. Seluruh lembaga di dunia sebetulnya tidak hanya menyediakan tentang kualitas pendidikan, tapi juga kualitas tentang inovasi,” ujar Mr. Alok Sharma.

Mr. Alok Sharma menambahkan, kualitas inovasi yang berasal dari US dan Negara berkembang lainnya, cenderung sangat baik. Namun bagaimana bila berasal dari India atau Bangladesh ataupun Filipina?. Inilah yang harus kita fokuskan untuk kita tinjau bagaimana kualitas dari inovasi tersebut bisa dipakai sebagai inisiatif dari lembaga.

Baca Juga :  Butuh 210 Tahun Lagi Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah IMF dan World Bank

“Jika kita bisa menyiapkan lebih awal dan fokus kepada apa yang bisa kita bangun, itu akan menjadi lebih baik,” pesan Mr. Alok Sharma.

Sementara itu, Dr. Valerie Nkamgang Bemo, Wakil Direktur Tanggap Darurat BMGF memiliki pendapat bahwa inovasi lebih dari sekedar memilih sesuatu. Itu bisa berarti tentang menggunakan sesuatu yang tersedia.

“Jumlah bencana yang terjadi seperti perubahan iklim, pemanasan global, dan bencana lainnya, kita tidak memiliki pilihan sekarang. Berdasarkan perspektif tesebut, saya rasa kita harus memikirkan inovasi bagaimana untuk bertahan. Seperti contohnya apa yang terjadi di Afrika dan India. Untuk itulah saya sangat senang forum diskusi ini diadakan, jadi kita bisa berdiskusi dengan orang-orang yang berkompeten tentang apa yang mereka temukan, apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka pikirkan. Kita memerlukan inovasi karena kita tidak memiliki pilihan. Inovasi lebih kepada bagaimana kita bisa lebih efisien atas apa yang kita miliki,” terang Dr. Valerie Nkamgang Bemo.

Baca Juga :  37 Napi Terima Remisi Bebas, Gubernur Bali Harap Bisa jadi Warga Lebih Baik

Pembicara lain adalah Sisira Madurapperuma, Direktur Asian Disaster Preparedness Center (DPC) dan Shri Mr. Dwibedy selaku Chief General Manager Indian Oil Corporation Ltd yang membawakan materi tentang perspektif industri.

Dialog juga memamerkan 10 inovasi teratas yang berasal dari konteks India melalui upacara penghargaan di bawah ‘Inisiatif SARTHI’.

Setelah kegiatan penjangkauan yang dilakukan oleh FICCI antara 25 Februari – 7 April 2022, 102 aplikasi diterima secara online di bawah ‘Inisiatif SARTHI’. Aplikasi yang diterima disaring, diteliti dan dievaluasi lebih lanjut untuk mendapatkan 10 besar.

Penghargaan kepada 10 besar inovasi, diberikan dalam bentuk upacara penghargaan singkat yakni ‘SARTHI Awards’.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here