Dugaan Korupsi Dana Bansos, Polisi Silahkan Telusuri

IST - Blangko Pengembalian Dana Bansos

DENPASAR – Perjuangan masyarakat Nusa Penida I Wayan Muka Udiana membuahkan hasil. Pasca hobohnya pemberitaan dugaan penyalahgunaan dana bansos pembangunan pura diduga diotaki oleh Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru, akhirnya ada masyarakat yang mengembalikan dana sebenyak Rp 420 juta. Karena itu masyarakat diminta untuk menilai, Polisi segera menelusuri dan mengungkap kebenaran.

I Wayan Muka Udiaya dilingkungan Polda Bali menyatakan bahwa ia kembali ke Denpasar untuk memberikan informasi kepada penyidik bahwa ada oknum masyarakat sudah menyembalikan uang bansos Rp 420 juta, Senin kemarin (11/3).

“Ya ke Polda untuk memberi info itu. Silahkan masyarakat menilai, Penegak hukum segera telusuri agar masalah didugaan korupsi ini menjadi terang benderang,” pintanya.

Dalam kesempatan ini, katanya, bentuk permintaan perlindungan agar kasus yang dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Bali, Kajati Bali, Bareskrim Mabes Polri, KPK RI, dengan tembusan ke BPK, BPKP, BPKAD, bisa diawasi Propam Polda Bali direspon dengan baik.

Sampai saat ini Penegak Hukum sementara terus melakukan melakukan pengembangan terhadap aduan dan nantinya ditelusuri memgenai latar belakangan pengembalian uang bansos Rp 420 juta, oleh oknum penerima untuk pembangunan Pura Paebon Banjar Cubang, yang di Fasilitasi oleh Ketua DPRD I Wayan Baru.

Dijelaskannya, pengembalian dana sebesar Rp 420 ke BPKP Daerah Klungkung itu terjadi setelah heboh pemberitaan tentang dugaan korupsi dana hibah bansos yang di laporkan oleh warga Nusa Penida I Wayan Muka Udiana.

Sebenarnya pembanguanan pura itu fiktif, atau tidak ada sama sekali. Melihat pengembalian dana itu, ia berasumsi bahwa langkah yang diambil sejumlah masyarakay bukan tindakan yang benar.

Pertanyaannya, kenapa tidak kembalikan sebelum ada pemberitaan? Lalu bagaimana seandainya tidak ada masarakat yang peduli lalu melapor tindakan yang merugikan pemerintah dan masarakat? Dijelaskan I Wayan Muka, tentu oknum terlapor itu akan ongkang-ongkang mengatakan diri suci tanpa dosa.

Karena itu, jangan menggunakan jabatan dan menyatakan berniat baik. Sebenarnya Wakil Rakyat di gaji dan diberifasilitasi mewah oleh pemerintah dan rakyat sehingga harus bekerja dengan baik. Juga, sungguh-sunguh menjalankan tugas.

Dengan adanya kejanggalan yang ditemukan ini (pengembalian dana hibah Bansos APBD 2018), pihaknya selaku masarakat meminta pada aparat hukum untuk menindak hal-hal semacam ini agar kedepannya tidak ada lagi oknum pejabat yang lalai menjalankan tugasnya. “Terlebih, ke depan tidak ada yang korupsi lagi,” timpalnya, Selasa (12/3).

I Wayan Muka Udiana berharap semua waryatakat Nusa Penida ikut terpanggil untuk melapor tindak-tanduk oknum pejabat yang merugikan pemerintah dan masyarakat. “Ada yang bilang bangga dengan kebarian saya, tapi tak penting saya sebut siapa orangnya. Intinya saya berharap masyarakat Nuse jangan takut, ayo mari sama-sama memerangi korupsi,” timpalnya.

Sebab, selain dalam aduan ke Ditkrimsus Polda Bali, diduga masih banyak lagi dana Bansos yang belum terpantau. Seperti terjadi pengembalian dana Rp 420 juta. “Saya bukan pemegang data akurat. Ini wajib dicurigai karena ada orang yang mendadak mengembalikan dana hibah bansos lewat dari masa pertanggung jawaban,” terannya.

Penegak hukum diharapkan agar menelusuri dan menindak tegas kasus ini termasuk menelusuri latar belakang dari orang yang sudah mengembalikan dana hibah. Tentu menggunakan bukti petunjuk pengembalian dana sebanyak itu. “Semoga ini segera terungkap agar masyatakat bisa menilai,” tutupnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here