Ditanya Soal Sengkata Tanah, Notaris Putra Wijaya “Berkelit”

Kantor Notaris Putra Wijaya

BeritaDewata.com, Denpasar – Kasus sengketa tanah yang menyeret mantan orang nomor 1 EX BDB, nama I Gusti Made Oka masih terus bergulir bahkan perkaranya sudah masuk pada tahap mediasi.

Menurut kabar sidang mediasi dan pembacaan gugatan akan di gelar hari ini, Kamis (4/10) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Dan berdasarkan catatan yang di terima koran ini sejak sidang mediasi di gelar selama 2 kali itu, tak satu pun para tergugat yang di cantumkan dalam sidang mediasi itu terlihat hadir.

Padahal para tergugat yang di antara nya I Gusti Made Oka dan menantu nya IGN Putra Wijaya selaku Notaris adalah yang di gugat sebagai kunci dari permasalahan kasus sengketa tanah di Jalan Dewi Madri Desa Sumerta Klod Lingkungan Banjar Sebudi Denpasar Timur menggelinding hingga kini.

Pasal nya mereka di duga melakukan pemufakatan bersama melanggar dan melawan hukum yakni mengambil alih tanah seluas 1,3 Ha.

Atas dua kali sidang mediasi tanpa di hadiri para tergugat tersebut, koran ini mengkonfirmasi terhadap yang bersangkutan.

IGN Putra Wijaya, SH

Saat di konfirmasi , Rabu (3/10), di ruangan Notaris Putra Wijaya terlihat salah satu penggugat dari ahli waris sebut saja Nyoman Ordi tengah menghadap Notaris Putra Wijaya.

Kedatangan Nyoman Ordi menurut informasi tengah membicarakan perkara kejelasan tanah sengketa tersebut.

Namun Notaris yang tak lain menantu Gusti Made Oka itu mengatakan di hadapan awak media dan Nyoman Ordi bahwa perkara tersebut bukan ranah nya untuk menghadiri sidang mediasi yang di gelar PN Denpasar.

Dia beralasan kalau peran dia sebagai notaris hanya sebatas membuat dan menerbitkan yang di mohonkan Wayan Mustam(alm) untuk membuat akta jual, persoalan tanah tersebut di jual ke siapa oleh si pemegang akta tersebut bukan urusan notaris.

“tugas saya selaku notaris hanya melayani klien, waktu itu pak Mustam datang sendiri ke kantor saya agar di buatkan akta jual beli” tandas Putra Wijaya.

Lalu di jual ke siapa itu bukan urusan saya imbuh nya. “saya di sumpah jadi notaris dan PPAT maka saya tidak mau melanggar sumpah itu“ tandas nya seolah berkelit.

Pun saat di tanya apakah persetujuan itu semua pihak sudah di hadirkan atau kah persetujuan sepihak? Dan Notaris Putra Wijaya tak menampik jika persetujuan akta tersebut sepihak lalu dia mengatakan persetujuan sepihak itu di bolehkan.

Sementara itu secara terpisah, pengacara penggugat terdiri dari Komang Mahardika Yana, SH. MH dan I Made Kartika, SH. MH mengatakan pernyataan notaris Putra Wijaya tersebut justru yang di pertanyakan, mesti nya kata Komang Jon sebelum akta itu terbit, pihak pihak terkait harus hadir tanpa terkecuali istri alm Mustam.

“harus nya Notaris itu menghadirkan istri karena isi nya kuasa jual beda lagi jika kuasa beli “tandas pria yang akrab di panggil Komang Jon itu kepada wartawan.

Dia pun juga menyinggung jangan sampai kasus serupa yang di alami Notaris Wedastri yakni pemalsuan dokumen yang di laporkan Wayan Wakil terjadi pada Putra Wijaya.

Pasal nya rentetan kasus yang menjerat karena kasus pemalsuan dokumen seperti Notaris Wedastri, bisa saja terjadi terhadap Notaris Putra Wijaya.

Pasal nya kasus sengketa tanah yang dia tangani itu, nama Wedastri turut di jadikan tergugat dalam perkara tersebut “ Wedastri sudah di jadikan tersangka pada kasus pemalsuan dokumen lalu bagaimana dengan Notaris Putra Wijaya nanti nya? “ pungkasnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here