Diduga Melakukan Penipuan, Notaris Sarjana Diadukan ke Polda Bali

Ilustrasi dok net

DENPASAR, BeritaDewata – Seorang notaris I Putu Sarjana Putra diadukan polisi atas dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan. Pengaduan ini dilakukan I Nyoman Budiana yang mengaku merasa dibohongi.

Atas tindakan sang notaris dalam pemecahan sertifikat hak milik (SHM) dari transaksi jual beli tanah berlokasi di Suradipa, Dualang, Peguyangan Kaja, Denpasar Utara.

Drs. Wayan Ardika, S.H, selaku kuasa hukum Budiana mengungkap, kliennya terpaksa melakukan tindakan ini karena sudah berapa kali melayangkan somasi. Meminta sertifikat sudah dipecah bersama salinan Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB) dengan pemilik awal namun tidak digubris. Dikatakan, malah sang notaris justru terkesan ingin mempolitisir keadaan.

“Patut diduga ada niat kurang baik dari seorang pejabat berprofesi sebagai pembuat akte. Harusnya memberi pelayanan baik malah mempersulit. Atas dasar itu klien saya mengadukan notaris Putu Sarjana ke Polda Bali pada 9 Agustus 2019,” ungkap pengacara asal Karangasem ini pada Jumat (22/11)

Dijelaskan Ardika, kejadian ini bermula dari tahun 2015, tepatnya tanggal 10 September dimana kliennya Budiana membeli sebidang tanah seluas 12 are. Milik Ni Nyoman Sugiani senilai Rp 1,8 miliar. Terhitung memberikan down payment (DP) sebesar Rp 1,530 miliar yang diterima I Made Suweda selaku suami dari Ni Nyoman Sugiani. Hal ini dikatakan sesuai kwitansi pembayaran dan surat pernyataan I Made Suweda.

Disebutkan, pada tanggal 29 Desember 2018, Nyoman Budiana menyerahkan SHM kepada notaris Putu Sarjana untuk pengurusan pemecahan menjadi 4. Dengan tanda terima pada tanggal yang sama. Saat itu notaris Sarjana dikatakan berjanji akan menyelesaikan pemecahan SHM pada 30 Mei 2019.

“Perlu diketahui disini, Pak Budiana telah membayar biaya pengurusan pemecahan SHM itu sebesar Rp 60 juta. Yang mana pada hari itu tanggal 29 Maret 2019 dibayar Rp 50 juta. Dan tanggal 30 April 2019 sisanya Rp 10 juta lagi. Ada bukti transfer SMS banking,” papar Ardika.

Informasi dapat digali wartawan berdasarkan surat pemberitahuan hasil penelitian laporan Polda Bali, Ditreskrimum menunjuk unit V Subdit II untuk menangani kasus ini. Sebagai penyidik atas nama I Dewa Ketut Darmayasa.

Kabar berkembang polisi telah melakukan langkah-langkah meminta keterangan sejumlah saksi termasuk notaris Putu Sarjana. Begitu juga pemilik lahan awal Ni Nyoman Sugiani bersama suaminya Made Suweda. Dan Nyoman Budiana selaku pengadu sebagai pembeli serta pemegang akte otentik punya kuasa menjual. Untuk selanjutnya akan segera melakukan gelar perkara guna bisa ditingkatkan proses status pengaduan.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here