Dari Pengalaman Stresss, Gary Suardani akan Edukasi Masyarakat Cinta Produk Herbal

DENPASAR, BERITADEWATA – Warga Bali terutama kawasan wisata Kerobokan, Seminyak, Nusa Dua pasti mengenal sosok wanita setengah baya bernama Gary Suardani.

Wanita Jawa Tengah yang dibesarkan di Jakarta ini memiliki 30 produk herbal dan sehat dengan kemasan premium. Seluruh bahan baku diambil dari alam Indonesia mulai dari dauh teh, kunyit, jahe, mengkudu hingga madu.

Sebanyak 30 produk herbal ini dikemas secara premium, sehingga mampu menyasar pasar hingga mancanegara seperti Australia dan Amerika. Produk tersebut dikemas dalam merk dagang bernama Rawganik.

Saat ditemui di Kerobokan Bali, saat re-branding sejumlah produk herbalnya, Kamis (14/4/2022), Gary mengisahkan berbagai pengalaman pahitnya di masa lalu. Anda ingin sehat pakailah produk Rawganic, product herbal dari alam Indonesia.

“Sejak Kecil saya sudah biasa kerja, harus bangun jam 5 pagi dan sekolah jam 7, itu sudah biasa,” ungkapnya.

Setelah lulus SMA ia dipaksa orang tua untuk kuliah di jurusan keperawatan. Namun ia mengakui bahwa jurusan itu bukan passion-nya. Sebab sebetulnya ia ingin kuliah broadcast tapi tidak diijinkan.

Setelah lulus kuliah sebagai perawat, ia bekerja beberapa tahun di Indonesia lalu, melamar kerja keluar negeri dan diterima bekerja di KSA (King Saudi Arabia) sebagai tenaga kesehatan atau perawat. Kerja beberapa tahun di KSA lalu pindah kerja di Philipine.

Baca Juga :  Film dan Serial Ini Bisa Kamu Tonton Sebagai Hiburan di Rumah

Meski kerja di KSA dan Philipine dengan salary yang lumayan namun Gary ternyata masih juga belum menemukan pekerjaan yang memuaskan hatinya.

Akhirnya Gary memutuskan untuk resign dari kerjaannya di Philipine. Setelah di Bali, sempat bekerja di beberapa hotel namun belum juga memuaskan hatinya.

“Saya teringat, saat saya merayakan Ultah yang ke-30 tahun 2015 lalu. Setelah perayaan yang lumayan berkesan, saya tidak keluar kamar hampir seminggu, stress. Uang sudah habis, pekerjaan tidak ada, tidak ada penghasilan. Saya bingung. Masa harus minta uang dari orang tua. Dalam kondisi itu, ayah dan ibu hanya bisa support. Mereka katakan apa yang bisa membuat saya senang, bahagia, silahkan dijalani,” ujarnya.

Saat pindah ke Bali, Gary mulai belajar hidup sehat tentang yoga, organic dan herbal yang sebelumnya tidak pernah diajarkan.

“Sejak saya tumbuh hingga dewasa saya tidak penah diajarkan hal seperti itu. Dulu saya tumbuh dewasa dan hidup di lingkungan dengan makanan cepat saji, makanan kaleng dan banyak bahan pengawet. Dan itu sangat tidak sehat. Kenapa saya tidak mengenal makanan sehat, herbal & konsumsi jamu semasa saya kecil?,” tanya Gary retoris.

Baca Juga :  Anjani Kena Hidrosefalus, Keluarga Harapkan Ada Uluran Tangan Pemerintah

Dari sinilah Gary kemudian menemukan inspirasi bisnis kesehatan yang mengunakan produk herbal dari Indonesia namanya Rawganic yang diperkenalkan dan diproduksi oleh dirinya hingga saat ini.

Sejak meluncurkan product ini, dalam bulan pertama response dari masyarakat sangat positive dan mereka suka product kesehatan yang dibuat Gary. Ia akhirnya memulai bisnis produk kesehatan herbal, melakukan penelitian dan belajar tentang ramuan herbal, home remedy dan organic food.

“Saya tertarik dengan bisnis Ini karena selama saya tumbuh dewasa saya tidak mengenal pengetahuan ini. Saya tumbuh dewasa di lingkungan yang tidak mengenal hidup sehat. Oleh karena itu membuat saya ingin mengajarkan masyarakat Indonesia untuk hidup lebih sehat, mengkonsumsi produk fresh bukan makanan cepat saji dan olahan. Produk-produk saya sebagian besar dari Indonesia berbahan baku seperti Jahe, kunyit dan teh. Dan semua memiliki berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa,” ungkap Gary meyakinkan.

Saat ini Produk Rawganic sudah bekerja sama dengan 50 partner di seluruh Indonesia mulai dari Bali, Jakarta, Surabaya, Medan. Bahkan sebelum Covid19 dan selama Covid19, Rawganik sudah sampai di Australia dan Amerika.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Virus Corona, Pemkot Gelar Penyemprotan Disinfektan Sasar Fasilitas Umum

“Orang asing, ketika melihat bahan baku di kemasan, mereka tidak bertanya lagi. Mereka borong semua. Bahkan saya pernah kirim sampai 1000 pices ke Amerika,” ujarnya.

Di Amerika misalnya, bubuk kunyit asal Asia bisa dijual sampai Rp 350 ribu. Sementara di Indonesia, kunyit dijual dengan harga Rp 25 ribu.

“Padahal kita negara kaya akan bahan herbal, sehat. Tetapi tidak dimanfaatkan untuk kesehatan bangsa,” ujarnya.

Gary memiliki rencana di tahun 2022 ini akan menambah 100 toko atau outlet atau partner jual. Saat ini baru mencapai 50 unit. Bila capai 100 unit maka total akan mencapai 150 unit seluruh Indonesia.

“Misi saya di tahun ini 2022 akan ada lebih dari 100 partner baru dari Sabang sampai Merauke,” ungkap Gary Optimis.

Gary juga berjanji akan membuat masyarakat lebih mencintai produk yang berasal dari tanah Indonesia yang tercinta Ini dengan berupaya mempengaruhi masyarakat menanam sayuran di kebunnya, serta mengkonsumsi bahan-bahan alami dan organic.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here