BSSN Tingkatkan Antisipasi Terhadap Serangan Siber Menjelang Pemilu

Kepala BSSN Djoko Setiadi dalam acara seminar deteksi ancaman siber 2018

Jakarta – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan serangan siber meningkat menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden yang akan di gelar serentak 17 April 2019 dan harus diantisipasi oleh semua pemangku kepentingan.

“Ancaman siber dan potensi serangan siber selalu ada dan berkembang semakin pesat, baik taktik, teknik, dan prosedur yang digunakan maupun penyebarannya. Targetnya tidak hanya terjadi pada institusi publik saja, namun juga menyerang institusi pemerintah,” kata Kepala BSSN Djoko Setiadi dalam acara seminar deteksi ancaman siber 2018 bertema “Mewujudkan Ruang Siber yang Kondusif dalam Rangka Mendukung Penyelenggaran Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Hotel Aston Prority Simatupang, Jakarta Selatan hari Rabu (12/12).

Kepala BSSN mengatakan terkait dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi)nya, BSSN melakukan monitoring kejadian siber yang dijalankan oleh Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) sebagai pengawas keamanan jaringan telekomunikasi berbasis protocol internet, yang kini berada di bawah naungan BSSN.

“Dalam laporan 10 bulan ID-SIRTII, yakni dari Januari hingga Oktober 2018, terjadi 207,9 juta serangan siber dengan serangan terbesar berupa Trojan dan domain yang paling banyak diserang adalah AC.ID, CO.ID, dan GO.ID. Selain itu, kami juga menerima laporan pengaduan publik sebanyak 2.363 laporan (61% berupa fraud), serta 36 juta aktivitas malware,” kata Djoko.

“Serangan siber berjalan lebih cepat dari kemampuan defensif dan dapat mengakibatkan resiko yang tinggi pada pemangku kepentingan dan skala penyebaran yang masif untuk menghadapi berbagai macam kemungkinan serangan siber siber, negara harus, melalui pemerintahannya memberikan perlindungan dan menciptakan keamanan siber nasional,” ujarnya.

BSSN, kata Djoko, tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Acara seminar tersebut juga dihadiri oleh Koordinator Komunikasi, Informasi, dan Aparatur Kementerian Politik Hukum, HAM, dan Keamanan Marsma TNI Rus Nurhadi Sutedjo, yang mewakili Menko Polhukam Wiranto, perwakilan dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Bareskrim Polri, eksekutif dari operator telekomunikasi PT Telkom, dan praktisi IT terkemuka. Mereka diundang untuk mendiskusikan tren ancaman siber beserta skema langkah antisipasinya.

Seminar yang diadakan BSSN hari Rabu ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan sekaligus,kesadaran, kepedulian, serta kewaspadaan seluruh pihak terkait keamanan ranah siber agar selalu siap menghadapi ancaman siber, utamanya yang terkait dengan penyelenggaraan Pileg dan Pilpres tahun 2019. Selain itu, diharapkan hal ini bisa memperkuat kolaborasi dan sinergi berbagai pemangku kepentingan keamanan siber nasional untuk membangun kepercayaan, kapabilitas, dan mekanisme koordinasi yang cepat dalam mendeteksi ancaman serangan siber, sehingga ancaman dan serangan dapat ditangani dengan baik dan tidak meluas.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here