Bila Temui Kata Sepakat, Kasus Sudikerta akan Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Kuasa Hukum I Ketut Sudikerta, Wayan Sumardika, SH (baju putih)

DENPASAR, Denpasar – Kasus dugaan penipuan yang melibatkan mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta memasuki babak baru. Pada Rabu siang (10/4), Sudikerta bersama dua tersangka lainnya yakni Anak Agung Ngurah Agung dan Wayan Wakil kembali memasuki ruangan penyidik di Polda Bali.

Sudikerta kelihatan berjalan dari ruangan tahanan Polda Bali menuju ruangan penyidik dengan menggunaka baju tahanan berwarna orange. Kemudian dua tersangka lainnya yakni Anak Agung Ngurah Agung dan Wayan Wakil kembali memasuki ruangan penyidik. Pertemuan berlangsung hampir 2 jam lebih.

Usai pertemuan Sudikerta kelihatan kembali berjalan ke rumah tahanan Polda Bali ditemani petugas. Namun menariknya, Sudikerta memasuki lantai 3 Ditreskrimsus Polda Bali dengan tangan dalam keadaan diborgol.

Kuasa hukum Sudikerta I Wayan Sumardika mengatakan, kedatangan kliennya Sudikerta ke ruang penyidik bukan untuk diperiksa. “Hari ini tidak ada pemeriksaan. Kalau diperiksa maka harus didamping tim kuasa hukum. Kalau tadi hadir di ruangan penyidik itu dalam rangka bertemu dengan rekan-rekan, membahas bagaimana cara menyelesaikan persoalan ini dengan pelapor. Kalau di ruangan tahanan tidak dapat berbicara secara leluasa. Maka butuh ruangan secara leluasa,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini pihak keluarga, para penasihat hukum terus berkoordinasi, mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan kasus ini. Ia. Menegaskan, jika Sudikerta masuk ke ruangan penyidik bukan pemeriksaan tambahan, bukan konfrontir karena konfrontir itu adalah bagian dari pemeriksaan melainkan hanya bagian dari pertemuan untuk menyelesaikan kasus ini sesuai dengan asas kemanfaatan dari hukum itu sendiri.

“Acara tadi adalah Sudikerta butuh waktu untuk runding-runding dengan teman-teman, yakni AA Ngurah Agung dan Wayan Wakil. Tentang obyek yang dipersoalkan yang masih milik puri diwakilkan oleh Agung dan dan sebagian lainnya menjadi milik Wakil. Makanya bertiga duduk bersama, bagaimana hal ini diselesaikan,” ujarnya.

Ketiganya melakukan pertemuan internal tentang obyek yang menjadi persoalan dengan pelapor Alim Markus. Saksi pelapor mengatakan bahwa obyek itu adalah obyek jual beli makanya dibahas internal di antara ketiganya bagaimana caranya menyelesaikan kasus ini.

“Dalam pasal 372 dan 378 KUHP, ketika dikembalikan, kemudian korban komite jika perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan, dan tidak ada pihak yang dirugikan maka bisa diselesaikan di luar pengadilan sesuai dengan asas kemanfaatan,” ujarnya. Atas saran dan pendapat para kuasa hukum terus berunding agar bertemu di satu titik agar diselesaikan secara ke dalam.

Menurutnya, kasus ini akan diselesaikan secara kekeluargaan dengan cara mengganti rugi semua kerugian yang dialami saksi pelapor. Saat ini masih dimantapkan secara internal baru dipertemukan dengan pihak pelapor. Saat ini belum bertemu dengan pihak pelapor karena harus mantap dulu di internal. Ada asa kemanfaatan terhadap perkara yang bisa diselesaikan di luar pengadilan.

“Sejumlah berapa uang yang diserahkan oleh Alim Markus kepada Sudikerta, kemudian obyek tersebut masih berada di tangan Anak Agung Ngurah Agung selaku puri dan ada keterkaitan dengan I Wayan Wakil, makanya ini diselesaikan dulu. Caranya, apakah obyek ini dialihkan ke pihak lain (dijual) lalu uangnya dikasikann kepada Alim Markus, atau pelapor secara langsung menguasai obyek tersebut,” ujarnya. Penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan.

Upaya ini bukan berarti Sudikerta mengakui perbuatannya dengan tuduhan dugaan penipuan dan penggelapan. Hanya saja kasus ini terlambat untuk diselesaikan secara kekeluargaan, akhirnya mencuat seperti ini. Terkait dengan permohonan penangguhan penanahan, belum ada koordinasi dengan penyidik dan saat ini sedang diproses. Saat ini fokus pada penyelesaian jalan keluar terhadap kasus ini. Ketiganya menggagas pertemuan itu karena memiliki kepentingan yang sama. “Semoga jalan terbuka, dan kita terus berupaya,” ujarnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here