Bapaknya Tersangkut Kokai, Anaknya Mencoba Tembako Gorila

Penasihat hukum Ruddy Marcio, Reidy Nobel

Denpasar – Peristiwa unik terjadi di Bali. Setelah seminggu polisi menangkap Ruddy Marcio (49) yang terlibat jual beli kokain sebanyak 8 gram dengan orang asing di kawasan wisata Sanur Bali, kini giliran anaknya Mario Marcio (25) malah ingin mencoba tembako gorila. Menariknya, percobaan tembako gorila oleh Mario Marcio diketahui petugas atau aparat kepolisian saat penyidik ingin melakukan rekonstruksi di wilayah Jl.Kesambi, Perum Puri 1 Kesambi, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Setelah sempat ditangkap, Mario Marcio kembali dilepas karena hasilnya negatif. Dan dikisahkan, jika saat ditangkap tersebut, tembako gorila tersebut dibawa oleh teman wanitanya dan Mario Marcio dipaksa untuk mencobanya.

Penasihat hukum Ruddy Marcio, Reidy Nobel menjelaskan, Putra Rudi ini memang kedapatan menggunakan narkoba jenis tembakau gorila. Dia ditangkap justeru saat ayahnya tiba di rumahnya di Padangsambian, Kerobokan, untuk melakukan proses rekontruksi bersama dengan puluhan anggota kepolisian. Reydi juga menangani kasus perdata Rudi Marcioa. Menurutnya, kliennya depresi karena usahanya di bidang properti tengah mengalami surut.

“Ya dia mengakui dia sedang depresi, bisnis propertinya kacau dan dia mengaku memakai kokain baru sekitar dua mingguan kenalan sama bule Australia inisial A. A yang menawarkan barang itu saat minum-minum di bar di kawasan Sanur. Ditawarinlah kokain dan terpaksa dia jadi pengedar karena dia berhutang sebesar Rp33 juta sama A,” bebernya, di Denpasar Sabtu (15/7).

Sementara Mario Marcio sekalipun sempat diperiksa namun tidak ditahan, kepolisian lantaran hasil tes urinenya negatif. Pria yang bekerja di bengkel cat ini saat ditangkap, usai menghisap tembakau gorila bersama rekannya Jean Andreea (25) warga Italia pegawai di bengkel cat yang sama dengan Marcio.

“Menurut pengakuan Andreea, barang itu dibeli dari Canggu, sisa dugem malam harinya. Jadi Marcio itu ditawarin setelah selesai makan. Merasa aneh ngisap dua kali dikembalikan ke Andreea dan dia yang menghabiskan. Tapi keduanya negatif Andreea juga tidak ditahan,” ungkap Reydi yang juga kuasa hukum dari Jean Andreea atas kasus tembakau gorila.

Pasca kejadian ini muncul dugaan bahwa Rudi Marcio diduga dijebak oleh seseorang yang ingin menghancurkan bisnis usaha Properti Rudi. “Pelapor narkoba diduga Jeremy Thomas dan kita tidak menutup kemungkinan menduga dialah aktor di balik kehancuran Rudi. Dia masih berhutang dengan klien saya atas kasus pembelian Case Vila di Ubud, Gianyar. Itu sekitar Rp34 miliar dan baru dibayar Rp1 miliar,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah pemain sinetron ganteng ini ikut mencicipi narkoba, dia enggan membeberkan lebih jauh. Menurutnya, hal itu merupakan tugas dari pihak kepolisian untuk mengungkap kasus pusaran peredaran narkotika khususnya kokain yang diduga melibatkan sindikat internasional ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rudi Marcio (49), bos properti ditangkap karena terbukti mengedarkan narkotika jenis kokain khusus untuk warga asing di Bali. Tersangka ditangkap petugas atas kepemilikan narkotika sebanyak 7,9 gram netto. Makelar properti ini, ditangkap di Jalan Tirta Ening II, Sanur, Denpasar Selatan, usai mengunjungi mantan istri sirinya, Selasa (20/6) lalu sekitar pukul 12.00 wita lalu.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here