Bantuan Sapi Provinsi Bali Dijual Saat Hari Raya

Bantuan Sapi Provinsi Bali Dijual Saat Hari Raya

BeritaDewata.com, Buleleng – Pemerintah Provinsi Bali belakangan ini telah banyak membantu masyarakat Bali dengan berbagai bantuan seperti bedah rumah, bantuan penghijauan, bahkan hewan ternakpun digelontorkan demi mensejahterakan masyarakat Bali yang banyak hidup dibawah garis kemiskinan.

Seperti warga Dusun Tegal Bunder Desa Sumberklampok Kecamatan Gerokgak yang terletak paling ujung barat Kabupaten Buleleng. Dimana daerah kering dan masyarakatnya hidup mengandalkan dari pertanian dan perkebunan. Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Peternakan Bali memberikan bantuan hibah sebanyak 30 ekor bibit sapi ternak kepada Kelompok Tani “ MITRA BINA USAHA” pada tahun 2015 namun cair bantuan tersebut di tahun 2016 serta diterima langsung oleh Ketua kelompok Selamat Suparto beserta anggotanya di tempat.

Menginjak tahun 2017 dua ekor sapi bantuan yang sudah dipelihara mendadak sakit dan mati. Namun sudah dilaporkan ke instansi terkait sesuai hasil dari dokter hewan yang menangani. Selang beberapa bulan sapi-sapi tersebut kembali dijual beberapa ekor oleh kelompok tersebut dan kembali dibelikan sesuai kesepakatan hingga jumlah sapi tersebut kembali sebanyak 28 ekor lagi di kandang. Namun di tahun 2017 satu sapi mati dan kembali berjumlah 27 ekor.

Namun tahun 2018 ini Kelompok Tani “MITRA BINA USAHA” menjual lagi bantuan tersebut sebanyak 20 ekor dengan alasan penjualan di bulan lebaran harga penjualan sapi akan mengalami peningkatan. Ke-20 ekor sapi itupun ludes dijual jelang tiba Hari Raya Idul Adha bulan lalu. Sayangnya hingga berbulan-bulan lamanya sapi pun tak kunjung diganti malah kandang dibiarkan kosong hanya berisi 7 ekor sapi jantan yang siap jual..

Kepala Kelompok Tani “ MITRA BINA USAHA” Selamat Suparto (51) ketika dikonfirmasi terkait keberadaan hewan ternak bantuan dari Pemerintah Bali ini menampik, kalau terkait dengan penjualan dirinya hanya sebagai Ketua bahkan masalah keuangan dari hasil penjualan bantuan tersebut dibawa oleh sang Bendahara.

”Saya sudah ngomong sama pengurus, terutama bendahara saya. Kemarin rapat sudah 2 kali bahas ini, Kenapa belum dibelikan karena alasanya pertama kandang belum stabil. Setelah itu diperbaiki baru cari. Permasalahanya kenapa lambat dibelikan karena anggota itu tidak mau memelihara karena terbentur pakan dan harga sapi pun masih tinggi,” jelas Selamat Supartho.

Dari ke 30 anggota bahkan ada beberapa tidak tahu kalau sapi tersebut dijual. Menariknya penjualan bantuan tersebut dipercayakan kepada sang pemelihara yang ada di kandang. Anggota kelompok hanya sekedar mencarikan pakan saja. Menurut Supartho penjualan hewan ternak itu tanpa berkwitansi.

“Sapi itu dijual tanpa berkwitansi, yang penting cocok harga. Segala sesuatu penjualan itu namanya kelompok dipercayakan kepada yang memelihara dan hasil penjuaan di bagi 40/60. Untuk hasil penjualan jujur kami tidak pegang itu pun masih dipegang Bendahara Kelompok, kami sudah wanti wanti Bendahara agar segera mencarikan sapi dan tidak jadi temuan,” papar Selamat kepada Beritadewata.com(19/10) di Desa Sumberklampok.

Sementara Kepala Desa Sumberklampok I Wayan Sawitrayasa, ketika dikonfirmasi Beritadewata.com terkait dijualnya sapi-sapi tersebut oleh oknum pengurus Kelompok Tani Ternak tersebut mengatakan, semua proses dilakukan sebagaimana mestinya. “Itu kemarin sapi penggemukan, dan ada sapi yang mati sudah dilaporkan sesuai dengan hasil dari dokter dewan. Karena lebaran haji sapi potongan dijual, dan sekarang sedang pencarian bibit karena ini sedang paceklik 6 bulan lagi baru bisa dibelikan bibit. Kita akan konfirmasi dengan kelompok tersebut,” jelas I Wayan Sawitrayasa.

Sementara hasil penjualan dari sapi-sapi tersebut, menurut Kepala Desa Sumberklampok, bahwasanya masih ditabung dan masih dicarikan bibit sapi. Pasalnya untuk sekarang dalam musim kemarau pakan ternak masih sulit. “Uang penjualan masih ditabungkan, masih menunggu berakhir musim kemarau. Kita tekankan kepada pengurus untuk segera nantinya dicarikan bibit,” jelas Sawitra.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here