Bank Mantap akan Buka Kantor Baru di 22 Provinsi

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mantap (Bank Mandiri dan Taspen Pos) digelar di Kuta Bali

Beritadewata.com, Denpasar – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mantap (Bank Mandiri dan Taspen Pos) digelar di Kuta Bali. Dalam RUPS tersebut terpilih Dirut Bali Josephus K. Triprakoso Sebagai Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Pos. menggantikan Nixon L.P. Napitupulu. RUPST juga mengangkat Muhamad Gumilang sebagai Direktur.

Penetapan tersebut dilakukan menyusul diangkatnya Nixon L.P. Napitupulu sebagai Direktur pada salah satu Bank BUMN serta Ihwan Sutardiyanta bertugas kembali ke PT Pos Indonesia (Persero). Sebelumnya, Josephus K. Triprakoso adalah Direktur Finance & Risk Management Bank Mantap, sedangkan Muhamad Gumilang adalah Area Head Kebon Sirih Jakarta Bank Mandiri.

“Bank Mantap telah memiliki sistem pengelolaan organisasi yang baik, sehingga pergantian pengurus tidak akan mempengaruhi kinerja perseroan dalam merealisasikan seluruh rencana bisnis dalam jangka pendek maupun jangka panjang serta mendukung program-program pemerintah terhadap pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri,” kata Corporate Secretary & Legal Bank Mantap Bambang T. Pramusinto di Denpasar, Minggu (9/4).

Dalam RUPS itu juga disahkan Laporan Keuangan Perseroan periode 2016 serta pembayaran dividen sebesar 5% dari laba bersih 2016, yakni Rp 2,53 miliar. Sedangkan Rp 38,13 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rencana ekspansi bisnis perseroan dan Rp 10 miliar disisihkan sebagai dana cadangan.

“Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis ke depan, serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya,” jelasnya.

Sementara Dirut terpilih Josephus K. Triprakoso menjelaskan,  kinerja Bank Mantap sepanjang 2016 telah menunjukkan perbaikan yang signifikan di semua aspek keuangan. Secara keseluruhan Bank Mantap juga berhasil menyelesaikan rencana kerja dengan baik, bukan hanya dari sisi keuangan, namun juga meningkatkan kualitas layanan, penguatan manajemen risiko dan penerapan Good Corporate Governance (GCG).

Dari sisi profitabilitas, laba bersih pada akhir maret (triwulan 1) 2017 tercatat tumbuh 176,50 persen menjadi Rp 31,22 miliar dibandingkan Rp 11,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, laju kenaikan laba bersih juga ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai Rp 6,18 triliun pada akhir Maret tahun 2017 tumbuh 202,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,04 triliun. Total Dana Pihak Ketiga pada akhir maret mencapai Rp 6,99 triliun meningkat 176,9 persen dari periode yang sama tahun lalu, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang meningkat. “Kredit Bank Mantap yang disalurkan ke sektor produktif pada akhir maret (triwulan 1) tercatat sebesar Rp 4,47 triliun atau tumbuh 346,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dilihat dari segmentasi kredit, pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen pensiunan dan mikro yang masing-masing tumbuh 778,47 persen dan 53,16 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rasio Non Performing Loan (NPL) diangka 0,43 persen akhir maret 2017. Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut juga mendorong peningkatan asset sebesar 167,91 persen pada akhir maret 2017 menjadi Rp 8,79 triliun dari Rp 3,28 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, Bank Mantap akan melebarkan sayapnya dan akan merambah ke 22 provinsi lainnya. Jika sebelumnya Bank Mantap hanya berada di 12 provinsi dengan 60 kantor cabang pelayanan, kini dibuka lagi 126 titik yang ada 22 provinsi lainnya termasuk di Papua.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here