Bandara Ngurah Rai akan Bangun Transportasi Massa

General Manajer PT Angkasa Pura Ngurah Rai Haruman Sulaksono tengah saat memberikan keterangan.

Denpasar, BeritaDewata.com – Bandara Internasional Ngurah Rai Bali mulai berpikir untuk mewujudkan transportasi massa. Hal ini disampaikan oleh General Manajer PT Angkasa Pura Ngurah Rai Haruman Sulaksono saat ditemui di Denpasar, Rabu (20/3).

Menurutnya, angkutan massa seperti yang lazimnya di sebuah bandara internasional adalah kereta api dan bus. Namun untuk di Bandara Ngurah Rai tidak mungkin menggunakan kereta api. Makanya yang paling berpeluang adalah bus.

“Kami akan mencoba mengaktifkan kembali angkutan massif atau angkutan massa seperti bus. Tergantung ukuran seperti apa busnya, karena kondiri di Ngurah Rai saat ini sudah begitu krodit. Namun angkutan massif sangat diperlukan karena menjadi temuan tingkat dunia yakni di Sky Track bahwa di Bandara Ngurah Rai belum ada angkutan massa atau massif,” ujarnya.

Pihak Bandara Ngurah Rai sudah beberapa kali bertemu dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Sarbagita, Manajemen Damri dan belum ada titik temunya. Bila tidak ada yang bersedia, maka Ngurah Rai akan meminta anak perusahan untuk mengolahnya bila Manajemen Damri atau Sarbagita tidak bersedia. Nantinya anak perusahan PT Angkasa Pura yang menyiapkan armadanya bila pihak ketiga tidak bersedia.

Lalu bagaimana dengan usaha transportasi yang sudah ada selama ini. Menurut Sulaksono, masalah itu tidak perlu terlalu dikuatirkan. Karena berdasarkan data yang ada, penumpang di Ngurah Rai terus bertumbuh minimal 8 persen pertahun. Sebab tidak semua penumpang memilih transportasi yang umum.

Pengalaman mengatakan bahwa ketika Damri dan Sarbagita yang saat ini tidak melewati Bandara Ngurah Rai karena customernya sangat rendah dan tidak menutupi biaya operasional. Namun dalam rangka peningkatan pelayanan di Ngurah Rai, sifatnya adalah pelayanan, sehingga tidak dipungut biaya bagi perusahan yang akan menyiapkan jasa transportasi.

Untuk sementara, berdasarkan kajian maka akan disiapkan 5 armada terlebih dahulu. Namun akan dipelajari lagi sebab akses dari dan ke bandara sudah begitu padat. “Jangan sampai kalau kita tambahkan armada akan menambah macet di bandara nanti. Frekuensinya tidak terlalu sering supaya tidak terlalu mengganggu. Para penumpang akan diberikan rambu kapan dan dimana bisa menggunakan bus atau transportasi umum,” ujarnya.

Pihaknya optimis tidak akan mengganggu pengusaha transportasi yang sudah ada. Bahwa mau tidak mau, suka dan tidak suka, transportasi umum tetap diperlukan dan angkutan berbasis teknologi tetap dibutuhkan. Semua moda transportasi ini akan memiliki pasarnya masing-masing. Di Bandara Ngurah Rai akan terus meningkatkan jumlah kunjungan dan seterusnya.

Ia meminta agar informasi dan rencana ini jangan sampai menjadi ramai dan konflik. Sebab di Bandara Ngurah Rai isunya cepat menjadi viral dan mendunia. Jangan sampai konflik itu menjadi isu dunia dan berdampak pada kunjungan turis ke Bali. Ini sangat tidak diharapkan. Sebab, bila berdampak pada pariwisata maka dunia akan mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk datang ke Bali. Dampaknya akan dirasakan hotel, restoran, destinasi wisata, sovenir dan sebagainya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here