Bamus Sunda Bali dan AMS Bali Gelar Acara Halal Bi Halal

Badan Musawarah Urang Sunda (Bamus) Sunda Bali

Denpasar – Ketua Badan Musawarah Urang Sunda (Bamus) Sunda Bali, Agus Samijaya mengatakan, Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Bali berdiri sebagai wadah silaturahmi bagi warga Sunda yang berdomisili di Bali dan hari ini memasuki usia ke-2 tahun. “Kita rayakan sekaligus dengan acara Halal Bihalal Bamus Sunda Bali dan Perayaan dalam Rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72.” Kata Agus Samijaya, di Nari Graha, Renon, Denpasar, Minggu 13 Agustus 2017.

Paguyuban Lingkung Seni Pusaka Pajajaran

Menurutnya, selain sebagai wadah silaturahmi bagi warga Sunda yang berdomisili di Bali. Paguyuban Bamus Sunda Bali dan AMS ikut mendukung kebijakan pemerintah provinsi Bali dalam segala program pembangunan. “Bali sudah menjadi rumah kedua kami dan puluhan ribu etnis Sunda yang ada di Bali, dan kewajiban warga Sunda di Bali adalah ikut berkontribusi, terhadap lingkungan dan sosial masyarakat yang ada di Bali,” Ujarnya.

Baca Juga :  YBM-BRI dan IWABRI Layani Kebutuhan Ratusan Penerima Manfaat di Lombok Timur

Dijelaskan Agus, ada sekitar 25 ribu orang sunda yang ada di Bali, Bamus Sunda dan AMS bersinergi dengan masyarakat Bali, bersinergi dengan pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi Bali serta etnis Nusantara yang ada di Bali. Prinsip Cageur (sehat), Bager (baik), Bener (Bener), Singer (mawas diri dan Pinter (pandai) menjadi prinsip keteladanan yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat urang sunda yang ada di Bali. “Prinsip ini menekankan kita semua khususnya urang Sunda, untuk mencapai konsep silih asah, silih asih dan silih asuh,” imbuhnya.

Dijelaskan Ketua AMS Pusat, Tidak ada perbedaan etnis di manapun, semua saudara, adanya Bamus Sunda harus dijadikan sebagai wahana untuk bisa membangun persaudaraan. “Apalagi di Bali kita melihat Bali ini sudah berhasil membangun masyarakatnya dengan pendekatan Budaya, Bali menjadi Provinsi yang memiliki khas tersendiri dan mampu memberikan warna yang khas bagi Khasananh kebudayaan Nusantara,” jelasnya.

Baca Juga :  Made Adi Purna Wijaya Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 1940

Menurutnya, Bali dibangun dengan pendekatan kebudayaan, justru berhasil menjadi daya tarik bukan hanya tingkat nasional bahkan sampai internasional. “Dari acara ini, kami berpesan, komunikasi etnis tidak boleh terputus dan harus terus dibangun untuk Indonesia.” Pungkasnya.

Pengurus dan petinggi Badan Musawarah Urang Sunda (Bamus) Sunda Bali dan Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Provinsi Bali Gelar Potong tumpeng
Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here