Anggota Polri Bali tidak Libur Saat Nyepi

Wakapolda Bali Brigjen Pol Alit Widana

Beritadewata.com, Denpasar – Wakapolda Bali Brigjen Pol Alit Widana menginstruksi agar seluruh anggota Polri yang bertugas di wilayah Polda Bali tidak ada yang libur saat perayaan Nyepi yang jatuh pada tanggal 28 Maret 2017 nanti. Hal ini disampai Widana saat gelar pasukan pengamanan Hari Raya Nyepi di Bali.

“Tidak ada anggota polisi yang libur. Semuanya bertugas melakukan pengamanan. Sesuai instruksi Kapolda Bali, seluruh anggota turun mengamankan Nyepi terutama mulai malam pawai ogoh-ogoh,” ujarnya di Denpasar, Rabu (22/3/2017). Seluruh personil selain yang piket di masing-masing pos diwajibkan turun melakukan pengamanan saat Nyepi.

Wakapolda Bali menyerukan beberapa himbaun dalam rangka menyambut hari raya Nyepi tahun Bari Caka 1939 yang dirayakan oleh umat Hindu di Bali. Polda Bali mneghimbau kepada masyarakat Bali agar dapat menjaga dan memelihara Kamtibmas yang kondusif di lingkungan masing masing dengan saling menghormati dan menghargai antarumat beragama.

Baca Juga :  AKEN Target 1 Juta Produk dalam Negeri Masuk E-katalog Nasional

Menurutnya, ada beberapa hal yang diantisipasi yakni kemacetan lalulintas saat pawai ogoh-ogoh, ketersinggungan antarpengusung ogoh-ogoh dikarena mabuk, efek dari malam pengerupukan dimana kalangan muda sering kumpul-kumpul, minum-minum dan sebagainya. “Pengamanan akan dilakukan mulai dari H-5 sampai H÷3 dengan jumlah personil seluruh kekuatan yang ada,” ujarnya.

Sementara untuk pengamanan langsung untuk menjaga kenyamanan pada hari raya Nyepi, Polda Bali mengerahkan 5600 personil Polri juga TNI dan Pecalang. Hal ini untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan termasuk mengantisipasi aksi terorisme. Yang menjadi fokus utama dalam kemanan pada hari raya Nyepi yakni pada malam pengerupukan.

Wakapolda Bali menjelaskan ada hal yang perlu diantisipasi pada malam pengurupukan yakni kemacetan lalulintas. Hal ini disebabkan pengusungan ogoh ogoh yang dimulai jam 4 sampai jam 1 malam.  Hal lain yang diantisipasi yakni hal ketersinggungan antara pengusung ogoh ogoh yang dapat memicu kesalahpahaman dan bentrokan. “Kumpul rame-rame pada malam pengerupukan bisa sangat berbahaya karena bisa saja ada aksi spontan seperti pencurian, pencopetan, hiburan dan lain lain,” ujarnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here