Hari ini : 21 Apr 2014 | 13:02:00 WITA
rssyoutubetwitter facebook
Kategori : Sosial Politik(Pemda)
Oleh :Admin   |   Tanggal : 12 - Jul - 2013 22:26:29
Reklamasi Tanjung Benoa belum Relevan di Bali Selatan
Denpasar (beritadewata.com) - Sejumlah pihak jika reklamasi yang akan di lakukan PT TWBI di perairan Tanjung Benoa bukan hal yang mendesak buat Bali. Beberapa kalangan akademisi dari Universitas Udayana akhirnya berkesimpulan ada sejumlah hal yang diabaikan sehubungan dengan kajian yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana Denpasar untuk kepentingan evakuasi tsunami. Ahli tsunami Sudhiarta menegaskan, bila reklamasi itu untuk kepentingan tsunami maka kajian harus benar-benar dalam, melakukan simulasi, ketinggian lokasi reklamasi dan sebagainya. "Saya tegaskan kembali, reklamasi itu bukan solusi untuk menjadi tempat yang bisa dipergunakan untuk evaskuasi tsunami. Menurut saya, perspektif kebencanaan tsunami belum mendesak untuk dibangun di Bali," ujarnya di Denpasar, Jumat (12/7/2013).

Untuk di perairan Tanjung Benoa misalnya, bila ingin membangun jalur evakuasi, maka strateginya menggunakan strategi evakuasi vertikal. Jadi tidak perlu reklamasi. "Rancangan awal memang seperti itu, bukan dengan membangun bukit," ujarnya. Mereklamasi, membangun sejumlah sarana dan sebagainya justeru sangat berbahaya. Bila benar terjadi tsunami, seluruh material tersebut justeru akan menjadi peluru hidup yang sangat mematikan bagi warga sekitar. Kalau evakuasi horisontal maka masyarakat harus dibawa ke tempat yang lebih tinggi, bukan ditaruh di lokasi reklamasi yang belum tentu lebih tinggi dari tempat lain. Sedangkan evakuasi vertikal sudah ada kerja sama dengan hotel-hotel di sekitar Nusa Dua, Tanjung Benoa, untuk menggunakan gedung-gedung tinggi disana. Hotel-hotel di Nusa Dua dan sekitarnya juga harus terbuka bila ada bencana tsunami dan sebagainya. "Itulah sebabnya saya tidak melihat relevansinya kajian yang mengatakan jika reklamasi itu dibuat untuk jalur evakuasi tsunami," ujarnya.

Pertimbangan lainnya adalah Bali selatan itu sudah macet, sudah krodit. Bahkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika pun sudah mengeluarkan moratorium pembangunan berbagai sarana dan akomodasi wisata di Bali selatan. Selain itu, pembangunan yang berlebihan di Bali selatan akan berdampak buruk bagi kualitas pariwisata, pelestarian lingkungan hidup, serta kemerosotan budaya dan seterusnya. "Bila ini dibiarkan, maka getaran spiritual Bali cepat atau lambat akan luntur," ujarnya.


Dibaca 1173 Kali
Berita Terkait
Catatan Pilgub
17 - Apr - 2014
Pemilihan Ulang Berpotensi Terjadi Kecurangan
Politik
11 - Apr - 2014
Pencoblosan Ulang akan Digelar 15 April
Politik
9 - Apr - 2014
Suami Isteri Menikah Langsung Coblos
BERITA LAINNYA 
Seni & Budaya
19 - Apr - 2014 : 17:13:00
Komentar | Dibaca 1009 Kali
Gaya Hidup
19 - Apr - 2014 : 17:53:00
Komentar | Dibaca 1291 Kali
Pariwisata
19 - Apr - 2014 : 16:35:00
Komentar | Dibaca 928 Kali
Daerah
19 - Apr - 2014 : 16:25:00
Komentar | Dibaca 1126 Kali
Sosial Politik
18 - Apr - 2014 : 18:23:00
Komentar | Dibaca 1647 Kali
Gaya Hidup
18 - Apr - 2014 : 18:19:00
Komentar | Dibaca 1459 Kali
LOGO & BROSUR  
Sekilas Berita Dewata

Sebagai salah satu situs berita yang lahir di Bali. Dengan motto "Jendela Pulau Bali", Berita Dewata berusaha memberitakan hal-hal menarik yang terjadi di Bali.
Kami juga akan terus berusaha menayangkan berita seaktual mungkin, sehingga pembaca tidak hanya memantau kondisi Bali dari menit ke menit, namun juga akan menambah wawasan anda tentang Pulau Dewata yang sangat kita cintai.
Sebagai portal berita yang mengikuti perkembangan teknologi terkini, www.beritadewata.com bisa diakses melalui handphone juga tampil dalam format iPad dan akan terus tumbuh mengikuti teknologi yang ada.
Penerbit :
CV. Soca Artha Buana


Alamat Redaksi :
Jl. Kebo Iwa Selatan No. 8, Padang Sambian Denpasar, Bali.
Telpn: 0361- 7446525 - Hotline : +6285 337 456 217
Email: redaksi@beritadewata.com - marketing@beritadewata.com
follow Berita Dewata :




CopyRight @2011 web & design by beritadewata.com