Hari ini : 18 Apr 2014 | 16:42:00 WITA
rssyoutubetwitter facebook
Kategori : Sosial Politik(Pemda)
Oleh :Admin   |   Tanggal : 11 - Jul - 2013 22:55:28
Reklamasi Tanjung Benoa Bertentangan dengan Moratorium Pariwisata
"Kenapa tidak di Bali utara, Bali timur, Bali barat saja. Kenapa harus di selatan, sementara di utara, timur, barat masih renggang"
Denpasar(ber itadewata.com) - Kepala Pusat Penelitian Kebudayaan dan Pariwisata Universitas Udayana Denpasar Agung Suryawan saat ditemui di Denpasar, Kamis (11/7/2013) mengatakan, rencana reklamasi di perairan Tanjung Benoa sama sekali tidak sejalan dengan upaya pengembangan pariwisata di Bali.

"Publik sudah mengetahui jika Bali bagian selatan itu sudah penuh, macet dan sebagainya. Tetapi bila rencana reklamasi di perairan Tanjung Benoa sebagaimana saat ini dikaji oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana Denpasar dilaksanakan maka ini bertentangan dengan moratorium yang disampaikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, bahwa di Bali selatan sudah tidak boleh membangun berbagai sarana pariwisata. Dalam kajian juga akan ada beberapa bangunan sarana-prasarana publik di atas luasan reklamasi tersebut," ujarnya.

Menurutnya, kajian terhadap rencana reklamasi di perairan Tanjung Benoa dengan berbagai pertimbangan sudah sangat bagus. "Kajiannya sangat bagus, tetapi tempatnya masih sangat salah. Kenapa tidak di Bali utara, Bali timur, Bali barat saja. Kenapa harus di selatan, sementara di utara, timur, barat masih renggang. Kenapa tidak di Buleleng saja karena nanti ada bandara internasional di Buleleng," ujarnya. Menurutnya, saat menghadiri rapat LPPM di Lantai 3 Pasca Sajana FE Universitas Udayana Denpasar, dirinya sudah menyampaikan beberapa catatan penting dari sudut pariwisata Bali. "Saya sudah menyampaikan beberapa catatan penting dari sudut pariwisata. Kita juga sesalkan kenapa kajian seperti ini tidak melibatkan unsur pariwisata sejak awal," ujarnya.

Rencananya, reklamasi akan dilakukan sebesar 839 hektar. Dari berbagai sumber, di atas lahan seluas itu, akan dibangun berbagai sarana publik seperti arena sirkuit, pusat perbelanjaan, pameran seni budaya dan sebagainya. Bila hal itu terjadi maka Bali selatan akan semakin penuh, macet dan sebagainya. "Sebagai orang Sesetan Denpasar Selatan, saya tidak setuju dengan pengurugan tanah secara besar-besaran untuk dibangun berbagai fasilitas karena akan berdampak pada krisis air bersih, listrik dan seterusnya," ujarnya.



Dibaca 1063 Kali
Berita Terkait
Politik
11 - Apr - 2014
Pencoblosan Ulang akan Digelar 15 April
Politik
9 - Apr - 2014
Suami Isteri Menikah Langsung Coblos
Politik
9 - Apr - 2014
Wagub Bali Coblos di Kampung Asal
BERITA LAINNYA 
IT Phone
16 - Apr - 2014 : 12:11:00
Komentar | Dibaca 822 Kali
IT Phone
16 - Apr - 2014 : 11:06:00
Komentar | Dibaca 909 Kali
IT Phone
16 - Apr - 2014 : 11:03:00
Komentar | Dibaca 1023 Kali
Seni & Budaya
14 - Apr - 2014 : 12:56:54
Komentar | Dibaca 1282 Kali
Jendela Pendidikan
14 - Apr - 2014 : 10:53:29
Komentar | Dibaca 2517 Kali
Jendela Pendidikan
14 - Apr - 2014 : 10:38:00
Komentar | Dibaca 2194 Kali
LOGO & BROSUR  
Sekilas Berita Dewata

Sebagai salah satu situs berita yang lahir di Bali. Dengan motto "Jendela Pulau Bali", Berita Dewata berusaha memberitakan hal-hal menarik yang terjadi di Bali.
Kami juga akan terus berusaha menayangkan berita seaktual mungkin, sehingga pembaca tidak hanya memantau kondisi Bali dari menit ke menit, namun juga akan menambah wawasan anda tentang Pulau Dewata yang sangat kita cintai.
Sebagai portal berita yang mengikuti perkembangan teknologi terkini, www.beritadewata.com bisa diakses melalui handphone juga tampil dalam format iPad dan akan terus tumbuh mengikuti teknologi yang ada.
Penerbit :
CV. Soca Artha Buana


Alamat Redaksi :
Jl. Kebo Iwa Selatan No. 8, Padang Sambian Denpasar, Bali.
Telpn: 0361- 7446525 - Hotline : +6285 337 456 217
Email: redaksi@beritadewata.com - marketing@beritadewata.com
follow Berita Dewata :




CopyRight @2011 web & design by beritadewata.com