Hari ini : 24 Apr 2014 | 20:57:00 WITA
rssyoutubetwitter facebook
Kategori : Sosial Politik(Catatan Pilgub )
Oleh :Admin   |   Tanggal : 28 - Apr - 2013 16:49:04
Debat Kandidat, Uang Pemprov Bali yang Ditabung di BPD Jadi Sorotan
"Kritik dan Interupsi Warnai Penyampaian Visi Misi Cagub dan Cawagub Bali"
Denpasar (beritadewata.com) - Hujan kritik dan interupsi mewarnai Rapat Paripurna DPRD Bali saat kedua kandidat Cagub dan Cawagub Bali yakni Made Mangku Pastika-I Ketut Sudikerta (PastiKerta) dan AAN Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS).menyampaikan visi misi di Ruang Sidang Istimewa, Minggu (28/4). Sebelum kedua kandidat saling serang kritik dalam menyampaikan visi dan misinya, hujan interupsi juga ramai awal acara. Hujan interupsi tersebut berasal dari para anggota DPRD Bali dari masing-masing pendukung Cagub dan Cawagub. Hujan iterupsi tersebut berasal dari teriakan kata "PAS" dan "PastiKerta". Para pendukung protes agar kedua kata yang berbau kampanye tersebut dianggap tidak layak diucapkan di ruang sidang DPRD.

Perang urat saraf mulai muncul bermula saat Cagub Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga hendak menyampaikan visi misinya dalam membangun Bali lima tahun ke depan di DPRD Bali. Saat Puspayoga berjalan menuju podium, seorang anggota dewan langsung melontarkan kata ”PAS”. Pekikan PAS belakangan diketahui diucapkan IGM Suryantha Putra anggota Fraksi PDIP. Rupanya kata PAS yang memang selama ini dipakai pekikan atau salam pasangan yang diusung PDIP tersebut.

Karuan saja dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Anak Agung Oka Ngurah Ratmadi, pekikan itu langsung diinterupsi Nyoman Sugawa Cory, anggota DPRD asal Fraksi Golkar. “Interupsi Pak Ketua, untuk kehikdmatan, kelancaran sidang mohon tdak perlu ada teriakan seperti tadi,“ tegas Sugawa Cory yang membuat suasana mulai memanas.

Merasa tidak bersalah, Suryantha Putra berdalih jika ucapan itu merupakan salam perjuangan. Jawaban itu kian menyulut perdebatan sehingga Sugawa Cory membalasanya jika hal itu dizinkan maka dan juga akan melakukan hal sama saat penyampaian visi cagub Pastika. ”Kalau begitu, jangan salahkan kami juga akan melakukan hal sama,“ balasnya. Mendengar hal itu, Suryantha Putra langsung memotongnya dengan mempersilakan jika hal itu mau dilakukan. “Silakan,“ balas Suryantha yang membuat suasana sedikit tegang. Akibatnya, rencana penyampaian visi Puspayoga terhenti beberapa saat.

Tak ingin berlarut larut Cok Ratmadi selaku pimpinan sidang labgsung mengucapkan kata dengan nada tinggi agar semua berhenti bicara alias stop. Akhirnya Puspayoga bisa memulai penyampaian visi misi jika kelak terpilih sebagai gubernur 2013-2018. Dalam acara itu, kedua pasangan juga telah diberikan payung oleh Ketua DPRD Bali sebagai simbol agar keduanya mampu memberi dan menciptakan pemilukada  yang aman dan damai.

Selain interupsi, dua kandiat yakni Made Mangku Pastika dan AAN Puspayoga saling kritik soal program pembangunan baik yang sedang dijalankan maupun yang akan dijalankan. Beberapa point penting yang menjadi ajang kritik adalah soal uang Pemprov Bali yang ditabung di BPD, aset-aset provinsi yang tidak diserahkan ke kabupaten/kota dan sebagainya. Menurut Puspayoga, seharusnya uang Pemprov Bali seharusnya jangan diparkir di bank. "Lebih baik uang tersebut diberikan saja ke kabupaten dan kota di Bali untuk berbagai pembangunan yang ada," ujarnya. Puspayoga juga menyoroti adanya program pengobatan gratis jaminan kesehatan Bali mandar (JKBM) yang hingga saat ini belum berjalan sebagaimana mestinya.

Kritik tersebut dijawab langsung oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Menurutnya, uang tersebut memang milik Pemprov Bali dan disimpan di BPD. Uang tersebut hanya disimpan, tetapi pos-posnya sudah ada, hanya menunggu periode anggaran. "Jadi tidak ada sama sekali niat untuk menabung uang tersebut di bank untuk mendapatkan bunga. Saat ini bunganya mencapai Rp 53 miliar pertahun, bisa menjadi pemasukan buat PAD Bali dan bisa membangun puluhan unit rumah bagi orang miskin dan sebagainya," ujarnya. Soal tanah atau aset yang belum jelas di Kabupaten Buleleng, Pastika mengatakan sebenarnya tanah tersebut belum selesai urusan hukumnya. Bila sudah ada keputusan hukum tetap maka mau diapakan tanah tersebut bisa didiskusikan selanjutnya.


Dibaca 3583 Kali
Berita Terkait
Politik
23 - Apr - 2014
Rapat Pleno KPUD Bali Berjalan Tertib
Catatan Pilgub
17 - Apr - 2014
Pemilihan Ulang Berpotensi Terjadi Kecurangan
Politik
11 - Apr - 2014
Pencoblosan Ulang akan Digelar 15 April
Politik
9 - Apr - 2014
Suami Isteri Menikah Langsung Coblos
BERITA LAINNYA 
Sosial Politik
23 - Apr - 2014 : 17:58:00
Komentar | Dibaca 2642 Kali
Pemprov Bali
23 - Apr - 2014 : 17:53:00
Komentar | Dibaca 1201 Kali
Jendela Bisnis
23 - Apr - 2014 : 17:46:00
Komentar | Dibaca 1352 Kali
Pariwisata
23 - Apr - 2014 : 11:09:00
Komentar | Dibaca 1675 Kali
Ekonomi dan Bisnis
22 - Apr - 2014 : 19:22:00
Komentar | Dibaca 4669 Kali
Jendela Pendidikan
22 - Apr - 2014 : 18:33:00
Komentar | Dibaca 2648 Kali
LOGO & BROSUR  
Sekilas Berita Dewata

Sebagai salah satu situs berita yang lahir di Bali. Dengan motto "Jendela Pulau Bali", Berita Dewata berusaha memberitakan hal-hal menarik yang terjadi di Bali.
Kami juga akan terus berusaha menayangkan berita seaktual mungkin, sehingga pembaca tidak hanya memantau kondisi Bali dari menit ke menit, namun juga akan menambah wawasan anda tentang Pulau Dewata yang sangat kita cintai.
Sebagai portal berita yang mengikuti perkembangan teknologi terkini, www.beritadewata.com bisa diakses melalui handphone juga tampil dalam format iPad dan akan terus tumbuh mengikuti teknologi yang ada.
Penerbit :
CV. Soca Artha Buana


Alamat Redaksi :
Jl. Kebo Iwa Selatan No. 8, Padang Sambian Denpasar, Bali.
Telpn: 0361- 7446525 - Hotline : +6285 337 456 217
Email: redaksi@beritadewata.com - marketing@beritadewata.com
follow Berita Dewata :




CopyRight @2011 web & design by beritadewata.com