Hari ini : 21 Apr 2014 | 18:00:00 WITA
rssyoutubetwitter facebook
Kategori : Pemprov Bali(Pemprov)
Oleh : Arnold Dhae   |   Tanggal : 16 - Feb - 2013 18:24:27
Simakrama Gubernur Berlangsung Panas
"Acara diwarnai pengusiran salah satu anggota DPRD Kota Denpasar"
Denpasar (beritadewata.com) - Simakrama Gubernur Bali Made Mangku Pastika  dengan ratusan masyarakat Bali dari berbagai kalangan, seluruh SKPD, beberapa anggota DPRD, Walikota Denpasar dan beberapa staf lainnya di wantilan DPRD Bali, Sabtu (16/2) berlangsung dalam situasi "panas" bahkan diwarnai pengusiran salah satu anggota DPRD Kota Denpasar. Setelah mendengar sejumlah peserta meneriakkan kata-kata "PAS", Pastika langsung marah kemudian mengusir Ketua Komisi B DPRD Kota Denpasar Eko Supriadi. Kejadian itu pun sempat membuat suasana simakrama  menjadi tegang, padahal simakrama baru berjalan sekitar 30 menit.

Kejadian itu bermula ketika penanya pertama Ketut Wenten Ariawan menyampaikan sejumah pertanyaan. Pertama, ketidakhadiran Wakil Gubernur Bali AAN Ngurah Puspayoga dalam berbagai kesempatan simakrama dan bahkan diinfokan jika sudah sekian lama Puspayoga tidak masuk kantor. Kedua, soal maraknya baliho salah satu paket di beberapa sudut Kota Denpasar padahal belum memasuki masa kampanye.

Ketiga, persoalan sengketa antara Bali Post dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika karena hingga saat ini belum ada permintaan maaf dari Bali Post. Keempat, soal konflik Taman Hutan Rakyat yang dikelola PT TRB seizin Pemprov Bali menurutnya sudah masuk ranah politik.

Pertanyaan itu pun satu persatu dijawab Pastika diselingi dengan gurau dan canda tawa. Saat Pastika menjelaskan, soal sengketa dengan Bali Post tepuk tangan meriah dari peserta  pun menggelegar. "Sekalipun Bali Post belum meminta maaf, saya sudah memaafkannya terlebih dahulu," ujarnya. Penjelasan Pastika soal Bali Post ini mengundang tepuk tangan riuh dan sejumlah pihak berteriak "pas", termasuk Eko yang duduk di deretan sebelah timur.

Pastika menanyakan siapa yang berteriak-teriak sambil menoleh ke arah deretan tempat duduk Eko. Ia bahkan mengusir orang-orang yang dituding berteriak itu. "Saya minta jangan teriak-teriak. Kalau anda tidak mau duduk di sini, pulang. Tidak sopan namanya itu. Siapa yang teriak tadi? Yang teriak kamu pulang! Pulang! Pulang!," kata Pastika. Teguran Pastika itu sempat membuat suasana simakrama hening seketika.

Sambil tetap duduk, Pastika pun menatap ke arah Eko, namun Eko tetap tak beranjak dari tempat duduknya sehingga hal ini makin menyulut kemarahan gubernur asal Buleleng itu. "Kamu (Eko-red) pulang sekarang! Pulang! Jangan mengganggu orang, tidak baik. Apa maksudnya? Jangan bikin-bikin ya. Jangan bikin persoalan. Kita ini (simakrama-red) baik-baik, tidak ada masalah apa-apa. Saya tahu maksudmu itu," cecar Pastika.

Mendengar itu, Eko masih tetap terpaku. Tampaknya ia kaget kenapa Pastika sampai begitu emosional menyikapi kata-kata pas. Di sisi lain, Pastika mengancam akan menutup simakrama itu kalau Eko tidak mau pulang. Pastika mengatakan simakrama ini tidak ada hubungannya dengan kampanye dan meminta jangan dikaitkan-kaitkan dengan kampanye. "Pulang kamu! Pulang! Saya tutup (simakrama) ini. Saya selesaikan ini.  Tidak jadi pertemuan ini. Saya ini gubernur. Tidak ada urusan dengan kampanye. Tidak ada urusan dengan calon Gubernur. Pulang sana! Ngerti ndak kamu?," kata Pastika.

Mendengar simakrama mau ditutup, sejumlah peserta meminta agar hal itu jangan sampai terjadi. "Jangan Pak Gubernur. Lanjutkan saja," kata Wenten. Namun Gubernur tetap mau membubarkan simakrama. "Tidak! Tidak! Tidak perlu. Kalau dia tidak pergi saya tidak akan lanjutkan," tegas Pastika.

Seketika itu pula, beberapa anggota SatPol PP dan anggota polisi menghampiri Eko dan memintanya agar segera keluar dari ruangan. Eko akhirnya dievakuasi dengan pengawalan ketat aparat. Seketika itu pula para peserta simakrama kembali bertepuk tangan. "Jangan main-main. Saya tidak suka main-main. Kita ini sungguh-sungguh bekerja demi rakyat. Jangan coba-coba yang aneh seperti itu. Saya tidak terima seperti itu," pungkas Pastika.

Ditemui seusai diusir dari simakrama, Eko Supriadi mengaku kecewa dengan sikap gubernur Bali yang dinilai terlalu emosional menyikapi kata-kata pas yang ia ucapkan. "Saya kecewa dengan sikap Gubenur, " kata anggota dewan dari Fraksi PDI P itu.

Ketika ditanya apa maksud kata-kata PAS yang ia lontarkan itu, Eko  mengatakan, kata -kata itu tidak ada kaitannya dengan salah satu pasangan calon dalam Pilgub Bali. Menurutnya kata-kata pas itu maksudnya bagus dan tepat. Kata-kata itu dilontarkan  karena ia menilai pertanyaan penanya pas (bagus) dan jawaban gubernur juga pas (bagus). "Kata-kata pas itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan masa kampanye. Saya katakan itu karena pertanyaannya pas dan jawaban gubernur juga pas. Kalau gubernur mengartikan lain, ya silahkan. Tetapi kenapa gubernur begitu alergi dan sensitif dengan kata-kata pas. Ada apa sebenarnya?," katanya.

Kaitan dengan dirinya dituding berteriak, ia mengatakan suasana simakrama itu digelar di ruang terbuka dan juga suasananya ramai, apalagi saat itu banyak tepuk tangan sehingga ia mengucapkan kata pas yang merupakan ungkapan pujian kepada gubernur dengan nada keras. "Saya tidak berteriak, saya bersuara keras agar didengar karena situasinya ramai. Kalau di dalam ruangan mungkin saya bisik-bisik," katanya.

Ketika ditanya perasaannya saat diusir secara tidak terhormat oleh gubernur, Eko mengaku sangat kecewa dan menyesalkan hal itu. Namun karena menghormati gubernur dan juga masyarakat Bali yang datang saat simakrama itu. Ia juga mengatakan dirinya hadir dalam simakarma itu karena diundang Pemkot Denpasar.  "Kalau tidak ada undangan saya tidak mungkin hadir. Saya pergi bukan karena takut kepada gubernur tetapi menghormati gubernur dan Pemkot Denpasar yang mengundang saya. Saya pergi agar simakrama tetap berlangsung karena gubernur mengancam menutup acara kalau saya tidak pergi," paparnya.



Dibaca 1901 Kali
Berita Terkait
Pemprov
7 - Apr - 2014
PNS Diminta jangan Golput
BERITA LAINNYA 
Daerah
21 - Apr - 2014 : 16:35:00
Komentar | Dibaca 606 Kali
Olahraga
21 - Apr - 2014 : 16:15:00
Komentar | Dibaca 473 Kali
Daerah
20 - Apr - 2014 : 11:20:00
Komentar | Dibaca 1777 Kali
Seni & Budaya
19 - Apr - 2014 : 17:13:00
Komentar | Dibaca 1090 Kali
Gaya Hidup
19 - Apr - 2014 : 17:53:00
Komentar | Dibaca 1416 Kali
Pariwisata
19 - Apr - 2014 : 16:35:00
Komentar | Dibaca 960 Kali
LOGO & BROSUR  
Sekilas Berita Dewata

Sebagai salah satu situs berita yang lahir di Bali. Dengan motto "Jendela Pulau Bali", Berita Dewata berusaha memberitakan hal-hal menarik yang terjadi di Bali.
Kami juga akan terus berusaha menayangkan berita seaktual mungkin, sehingga pembaca tidak hanya memantau kondisi Bali dari menit ke menit, namun juga akan menambah wawasan anda tentang Pulau Dewata yang sangat kita cintai.
Sebagai portal berita yang mengikuti perkembangan teknologi terkini, www.beritadewata.com bisa diakses melalui handphone juga tampil dalam format iPad dan akan terus tumbuh mengikuti teknologi yang ada.
Penerbit :
CV. Soca Artha Buana


Alamat Redaksi :
Jl. Kebo Iwa Selatan No. 8, Padang Sambian Denpasar, Bali.
Telpn: 0361- 7446525 - Hotline : +6285 337 456 217
Email: redaksi@beritadewata.com - marketing@beritadewata.com
follow Berita Dewata :




CopyRight @2011 web & design by beritadewata.com