Hari ini : 18 Apr 2014 | 13:31:00 WITA
rssyoutubetwitter facebook
Kategori : Daerah(Denpasar)
Oleh : Arnold Dhae   |   Tanggal : 30 - Jan - 2013 19:45:18
Bali akan Menjadi Provinsi Termiskin di Indonesia 30 Tahun Lagi
"Bali tak punya pemasukan lain, selain dari pariwisata"
Denpasar (beritadewata.com) - Tokoh masyarakat Bali yang juga adalah budayawan, I Gusti Ngurah Harta menyoroti secara keras kemegahan semu industri pariwisata Bali. Menurut dia, pembangunan sarana industri pariwisata tanpa memerhatikan aspek dasar tradisi masyarakat Bali yang berbasis pada pertanian, dapat menjadi bumerang bagi Bali sendiri. "Bali saat ini sedang bunuh diri untuk mati secara perlahan-lahan. Dulu orang ke Bali karena keramahan orang Bali. Cepat atau lambat, 30 tahun ke depan, Bali bisa menjadi provinsi termiskin di Indonesia ketika pariwisata bangkrut. Bali tak punya pemasukan lain, selain dari pariwisata," kata Ngurah Harta, Rabu (30/1).

Padahal, kata dia, Bali tersohor karena karakter masyarakatnya yang berbasis agraris. "Tapi ilmu pertanian itu tak pernah dilestarikan. Padahal, Bali dikenal dan menjadi beda karena karakter agrarisnya. Tidak pernah ada orang tua yang mengajarkan anaknya untuk bertani," kata dia. Yang lebih menyedihkan, imbuh pemimpin spiritual perguruan Sandhi Murti ini, tiap tahunnya ribuan lahan persawahan di Bali tergerus, beralihfungsi menjadi akomodasi pariwisata. "Setiap tahun seribu hektar lahan pertanian Bali habis beralihfungsi," papar dia.

Menurut dia, sudah sejak 20 tahun lalu, ketika industri pariwisata Bali meroket, dunia pertanian mulai ditinggalkan. "Orientasi kita boleh ke industri, tapi yang memegang peranan penting adalah agraris. Itu yang jangan dilupakan. Turis itu mencari alam, budaya dan karakter penduduk," ingat pria yang akrab disapa Turah itu.

Untuk itu, Ngurah Harta meminta agar pengambil kebijakan di Bali harus memikirkan sektor pertanian dengan baik. "Siapa yang bilang Bali ini indah? Tidak juga. NTT, Lombok, Jawa jauh lebih indah. Yang membuat Bali terkenal karena budayanya. Budaya itu berasal dari agraris. Jika tidak diurus, 30 tahun lagi menjadi pulau pengemis. Dan saat ini Kota Denpasar menjadi kabupaten atau kota termiskin di Bali," ingat dia.

Ia mengingatkan kepada generasi muda Bali harus dari sekarang menyadari dan memahami potensi Bali sesungguhnya. "Mereka bisa hidup enak seperti sekarang ini karena apa. Itu yang harus dipahami, bukan malah dijual, dikavling-kavling," tegas Ngurah Harta.

Hal yang menyebabkan ekspansi industri pariwisata Bali begitu hebat meninggalkan perilaku leluhur yang berbasis Agraris, kata Ngurah Harta, lantaran mulai melunturnya budi pekerti. "Itu yang hilang di Bali. Ketika para tokoh Bali lebih mengedepankan materi, yang terabaikan adalah kebersamaan dalam menjaga Bali," terangnya. "Mengapa marak geng berbasis ormas di Bali, karena ruang lingkup pemuda Bali sudah tidak ada. Balai banjar sudah sulit untuk menjadi tempat berkumpul anak muda. Dulu di balai banjar ada meja pimpong dan lainnya. Ini yang hilang. Sekarang malah dibisniskan," imbuh dia.

Menurut dia, salah satu penyebab pertanian ditinggalkan karena perhatian minim dari pemerintah. "Pupuk mahal. Ketika panen melimpah, daya jualnya lemah. Ini yang membuat orang bosan dan meninggalkan pertanian. Petani itu dapat apa? Tidak dapat apa. Yang tidak disadari, pariwisata Bali itu sesungguhnya uforia belaka saja," tutup Ngurah Artha.


Dibaca 3083 Kali
Berita Terkait
Gianyar
13 - Apr - 2014
Lomba Pungut Sampah Antar SD
Badung
7 - Apr - 2014
Stand Up Comedy di Kab. Badung
BERITA LAINNYA 
IT Phone
16 - Apr - 2014 : 12:11:00
Komentar | Dibaca 780 Kali
IT Phone
16 - Apr - 2014 : 11:06:00
Komentar | Dibaca 887 Kali
IT Phone
16 - Apr - 2014 : 11:03:00
Komentar | Dibaca 1023 Kali
Seni & Budaya
14 - Apr - 2014 : 12:56:54
Komentar | Dibaca 1257 Kali
Jendela Pendidikan
14 - Apr - 2014 : 10:53:29
Komentar | Dibaca 2470 Kali
Jendela Pendidikan
14 - Apr - 2014 : 10:38:00
Komentar | Dibaca 2186 Kali
LOGO & BROSUR  
Sekilas Berita Dewata

Sebagai salah satu situs berita yang lahir di Bali. Dengan motto "Jendela Pulau Bali", Berita Dewata berusaha memberitakan hal-hal menarik yang terjadi di Bali.
Kami juga akan terus berusaha menayangkan berita seaktual mungkin, sehingga pembaca tidak hanya memantau kondisi Bali dari menit ke menit, namun juga akan menambah wawasan anda tentang Pulau Dewata yang sangat kita cintai.
Sebagai portal berita yang mengikuti perkembangan teknologi terkini, www.beritadewata.com bisa diakses melalui handphone juga tampil dalam format iPad dan akan terus tumbuh mengikuti teknologi yang ada.
Penerbit :
CV. Soca Artha Buana


Alamat Redaksi :
Jl. Kebo Iwa Selatan No. 8, Padang Sambian Denpasar, Bali.
Telpn: 0361- 7446525 - Hotline : +6285 337 456 217
Email: redaksi@beritadewata.com - marketing@beritadewata.com
follow Berita Dewata :




CopyRight @2011 web & design by beritadewata.com