Hari ini : 25 Apr 2014 | 06:35:00 WITA
rssyoutubetwitter facebook
Kategori : Bali Update(Pemkot Denpasar)
Oleh : Humas   |   Tanggal : 04 - Jul - 2013 17:56:51
Walikota : Petakan Masalah, Cegah Timbulnya Rumah Kumuh Baru
" Hasil penelitian bahwa telah ditemukan pemukiman kumuh baru"
Denpasar (beritadewata.com) - Denpasar sebagai kota besar dengan tingkat mobilitas penduduk yang sangat tinggi sehingga menimbulkan berbagai permasalahan sosial. Salah satunya permasalahan rumah kumuh yang berdampak pada beberapa permasalahan seperti lingkungan, kesehatan, pendidikan, kriminal dan kasus HIV/AIDS. Seperti timbulnya permasalahan rumah kumuh baru di kawasan Jl. Gunung Himalaya, Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara yang terdapat empat titik pemukiman kumuh baru. Sehingga hal ini harus diselesaikan dengan multidimensi dari SKPD terkait sesuai dengan kasus yang terdapat dilapangan. “Tim dari Universitas Udayana yang bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kota Denpasar telah melakukan penelitian kasus dikawasan tersebut dengan hasil penelitian bahwa telah ditemukan pemukiman kumuh baru. Hal ini harus segera dicegah karena dapat berdampak pada permasalahan sosial salah satunya seperti HIV/AIDS, “ujar Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis (4/7/2013) pada rapat koordinasi pembahasan masalah sosial di Kota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan permasalahan pemukiman kumuh baru ini harus ditangani dengan  strategi yang tepat dari lingkungan/dusun, hingga kecamatan melalui komitmen yang baik untuk melakukan studi kasus dan sosialisasi serta pemantuan yng berkelanjutan sehingga mampu mencegah timbulnya pemukiman kumuh baru. Disamping itu munculnya rumah kumuh ini karena terbatas dan mahalnya lahan pemukiman, sehingga mendorong para pemilik tanah untuk menyewakan secara tidak selektif. Untuk itu perlu diadakan regulasi tentang penyewaan tanah agar dapat diawasi serat dicegah munculny kekumuhan seperti ini. Untuk mewujudkan ini perlu penanganan secara holisstik dan konfrehensip mulai dari lingkungan, perijinan, para pemilik modal guna mewujudkan pemukiman yang layak baik dari segi kesehatan, kenyamanan, maupun keamanan. Dengan demikian Pemerintah Kota Denpasar bisa memberikan pelayanan dasar secara maksimal kepada masyarakatnya. Seperti dikawasan Semila Jati yang terdapat beberapa titik kumuh serta dapat memunculkan beberapa kasus penyimpangan perilaku dan HIV/AIDS. Sehingga hal ini menurut Rai Mantra, harus dilakukan pemberdayaan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, serta dapat dilakukan pengkajian permasalahan kasus yang ada bagi SKPD terkait. Sementara di kawasan Desa Pemecutan Kaja terdapat beberapa kasus penyimpangan perilaku yang berdampak pada permasalahan sosial, seperti WTS, Waria, kriminal dan HIV/AIDS. “Program ini harus dilakukan bersama tim work yang terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan mengklaster permasalahan yang terdapat di kawasan Semila Jati, serta melakukan evaluasi terkait efektifitas beberapa program yang dilakukan dikawasan tersebut,” ujar Rai Mantra. Namun dari  beberapa kawasan yang dulunya kumuh skrng sudah berbenah dan sudah ada perubahan seperti di kawasan Jl. Buluh Indah. Hal ini juga salah satu peran banjar sangat tinggi yang mengeluarkan peraturan adat untuk menjaga kebersihan lingkungan. “hal ini sangat bagus sekali dari kumuh menjadi bersih yang merupakan peranan banjar dan adat untuk mengeluarkan aturan terkait permasalahan sampah,” ujar Rai Mantra

Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM Pemdes) Kota Denpasar Made Mertajaya mengatakan bahwa sebelumnya terdapat 70 kantong kumuh, namun saat ini berdasarkan pendataan dari Tim survey Universitas Udayana terdapat 41 titik pemukiman kumuh di Kota Denpasar. Dari data tersebut 33 titik kumuh dinyatakan sudah tidak lagi menjadi titik kumuh. Namun justru ada empat titik kumuh baru yang muncul. Hal ini ditekankan oleh Walikota Rai Mantra agar seluruh aparat dari bawah sampai kecamatan melakukan pengawasan dengan baik dan berkelanjutan, sehingga tidak lagi ada titik kumuh baru yang muncul.   (Humas Pemkot Denpasar)


Dibaca 2057 Kali
Berita Terkait
Pemkot Denpasar
24 - Apr - 2014
Jaga Tingkat Gizi dan Kesehatan Anak
Pemkot Denpasar
23 - Apr - 2014
Talk Show “Hari Kartini” Di RPKD
BERITA LAINNYA 
Sosial Politik
23 - Apr - 2014 : 17:58:00
Komentar | Dibaca 3163 Kali
Pemprov Bali
23 - Apr - 2014 : 17:53:00
Komentar | Dibaca 1512 Kali
Jendela Bisnis
23 - Apr - 2014 : 17:46:00
Komentar | Dibaca 1614 Kali
Pariwisata
23 - Apr - 2014 : 11:09:00
Komentar | Dibaca 1987 Kali
Ekonomi dan Bisnis
22 - Apr - 2014 : 19:22:00
Komentar | Dibaca 4905 Kali
Jendela Pendidikan
22 - Apr - 2014 : 18:33:00
Komentar | Dibaca 2930 Kali
LOGO & BROSUR  
Sekilas Berita Dewata

Sebagai salah satu situs berita yang lahir di Bali. Dengan motto "Jendela Pulau Bali", Berita Dewata berusaha memberitakan hal-hal menarik yang terjadi di Bali.
Kami juga akan terus berusaha menayangkan berita seaktual mungkin, sehingga pembaca tidak hanya memantau kondisi Bali dari menit ke menit, namun juga akan menambah wawasan anda tentang Pulau Dewata yang sangat kita cintai.
Sebagai portal berita yang mengikuti perkembangan teknologi terkini, www.beritadewata.com bisa diakses melalui handphone juga tampil dalam format iPad dan akan terus tumbuh mengikuti teknologi yang ada.
Penerbit :
CV. Soca Artha Buana


Alamat Redaksi :
Jl. Kebo Iwa Selatan No. 8, Padang Sambian Denpasar, Bali.
Telpn: 0361- 7446525 - Hotline : +6285 337 456 217
Email: redaksi@beritadewata.com - marketing@beritadewata.com
follow Berita Dewata :




CopyRight @2011 web & design by beritadewata.com